Jagung Pakan Mahal, Peternak Unggas Di Lombok Banyak Gulung Tikar

oleh -18 views
Overflowing maize seeds from burlap sack
Foto : Ilustrasi Jagung Pakan Ternak (Pixabay)

Panennews.com – Peternak unggas banyak yang mengeluh lantaran harga jagung pakan yang kian mahal. Pasalnya, harga jagung pakan ini tembus hingga mencapai kisaran antara Rp10.800 per-kilogram.

Sebelumnya, harga jagung pakan ini biasanya hanya berhenti pada angka yang berkisar antara Rp4 – 5 ribu per-kilogramnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Rakyat (Petarung) NTB, Erwin Tanaka mengaku bahwa saat ini kenaikan harga jagung yang cukup mahal menjadi keresahan bagi peternak unggas di NTB. Bahkan, Ia mengakui bahwa kenaikan harga jagung ini bisa setiap minggu.

Oleh sebab itu, Erwin mengakui bahwa ini menjadi permasalahan tersendiri bagi peternak yang berada di kawasan NTB, khususnya di Lombok. Pasalnya, jika harga pakan jagung naik tentunya menjadi beban dan pengeluaran peternak pun kini menjadi lebih membengkak.

Baca Juga :   Kenali Fakta Wabah Penyakit Mulut Dan Kuku Hewan Ternak, Bikin Penasaran Dan Menghebohkan

“Kebutuhan jagung pakan ini kan hal yang sangat penting bagi peternak di Lombok. Oleh sebab itu, jika ada kenaikan harga yang cukup mahal tentunya menjadi beban tersendiri bagi peternak itu” tuturnya, di Lombok, Kamis (15/02/2024).

Selain itu, Erwin juga mengatakan bahwa tingginya harga jagung pakan ini membuat para peternak di wilayahnya gulung tikar. Pasalnya, beban dengan harga pakan yang cukup tinggi biasanya ini bisa membebankan para peternak tersendiri.

Lebih lanjut, Ia mengatakan bahwa jika para peternak ini banyak yang gulung tikar. Nantinya, kebutuhan daging unggas lokal tidak tercukupi. Oleh sebab itu, hal ini lah sangat berpengaruh terhadap kebutuhan pangan pada daerah Lombok. Bukan hanya itu, bisa jadi kebutuhan nasional pun terganggu.

Baca Juga :   Kementan Gandeng FAO Turunkan Antimikroba Pada Ternak

“Dampak jika harga jagung pakan ini naik, benar-benar bisa membuat peternak unggas di Lombok ini bisa gulung tikar. Hal ini, karena beban peternak begitu berat terhadap harga jagung yang kini merangkak naik” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.