Harga Singkong Meroket Naik Tembus Rp3.500 per-Kilo

oleh -35 views
ilustrasi singkong
Ilustrasi Singkong - Foto : Pexels

Panennews.com – Harga ketela (singkong) di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, meroket naik. Dari yang sebelumnya Rp2.500, sekarang menyentuh Rp3.500 perkilogram.

Petani Ketela, Juriyanto mengaku, sangat senang dengan harga ketela yang cukup tinggi di pasaran. Lantaran petani bisa meraup berkah, dari hasil kerja kerasnya selama ini.

“Sekarang dalam satu kilogram ketela bisa Rp3.500. Normalnya hanya Rp2.500 kilogram. Alhamdulillah kami punya untung berlebihan,” ujarnya, Kamis (29/2/2024).

Mahalnya harga ketela saat ini, dipicu karena minimnya panen dari tangan petani, yang berimbas pada kelangkaan komoditas tersebut.

Baca Juga :   Harga Beras Masih Tinggi, DPD RI Minta Kementan Gerak Cepat Kendalikan Harga

“Terjadi karena mundurnya musim tanam. Kan harusnya November mundur jadi Desember karena kemarau,” ungkapnya petani berusia 35 tahun itu.

Selain faktor mundurnya musim tanam, produsen tapioka, Adi Mashuri berpendapat langkanya komoditi ketela juga berangkat dari kebijakan Kementrian Perdagangan dan Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) yang kurang tepat.

Dua instansi itu dinilai tidak menjalankan program sistem resi gudang dengan baik. Selain itu pertanian singkong juga tidak terlalu terurus dengan baik.

“Misalnya bibitnya F1 singkong tidak ada di petani dan pembinaan petaninya tidak ada. Berbeda dengan Thailand yang pemerintahnya peduli tentang pertaniannya dan sistem stok pascapanen,” pungkasnya.

Baca Juga :   Pedagang Nasi Jinggo Keluhkan Harga Beras Masih Tinggi

Akibat hal ini, sejumlah produsen tepung tapioka di Kabupaten Pati terdampak. Yang berimbas turunnya produksi tepung tapioka dan menggilanya harga tepung tapioka di pasaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.