Terinspirasi Tangguhnya Kartini, Wanita Tani Sleman Budidayakan Sawi Sendok sebagai Komoditas Variatif

oleh -9 views
Komoditas pertanian hasil budidaya KWT Sleman
Komoditas pertanian hasil budidaya KWT Sleman. (Dok. Pemkab Sleman)

Panennews.com – Terinspirasi dari perjuangan Kartini, petani-petani perempuan tak hanya tangguh dalam menjaga dan mengembangkan budidaya komoditas yang sudah ada, melainkan juga berinovasi dengan komoditas alternatif yang dapat mewujudkan kedaulatan dan diversifikasi pangan serra membuka peluang perekonomian baru.

Hal itu disampaikan Bupati Sleman, Kustini Sri Purnomo, saat menghadiri penyelenggaraan Forum Komunikasi Paguyuban Kelompok Wanita Tani (KWT) Pari Merapi Sembada dan Bazar Produk KWT di Kantor UPTD Balai Penyuluhan Pertanian Pangan dan Perikanan (BP4) Wilayah V Pakem, Senin (29/4/2024).

“Saya berharap dan mendukung KWT yang tergabung dalam Paguyuban Pari Merapi Sembada untuk terus meningkatkan produktivitas dalam menghasilkan komoditas tani yang variatif dan unggulan demi mendukung peningkatan ekonomi dan ketahanan pangan di Kabupaten Sleman,” ujarnya.

Baca Juga :   Lakukan Ini Agar Buah Strawberi Cepat Berbuah

Kegiatan ini diselenggarakan oleh Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan Kabupaten Sleman berkolaborasi dengan KWT Pari Merapi Sembada yang bertujuan untuk memperkenalkan hasil produk pertanian di BP4 Wilayah V Pakem, terutama komoditas sawi sendok yang dibudidayakan KWT tersebut.

Budidaya sawi sendok semula dirintis melalui lomba. Sawi sendok yang lebih dikenal sebagai pakcoy mudah dibudidayakan dan diolah, seperti untuk sayur dan asinan. Sayuran ini juga memiliki kandungan antioksidan sehingga menyehatkan.

Kustini pun mengapresiasi antusiasme KWT dalam mengikuti lomba tanam sawi sendok sebagai upaya untuk meningkatkan ketahanan pangan dan perekonomian melalui budidaya tanaman pangan yang unggul serta variatif.

Ia berharap kegiatan ini menjadi motivasi bagi KWT untuk saling berkolaborasi meningkatkan produktivitas dalam menghasilkan komoditas tani yang variatif dan unggulan.

Baca Juga :   Biji Salak Jadi Minuman, Kelompok Wanita Tani Ini Buka Kafe Perdesaan

Lebih lanjut, Kustini mengatakan pembangunan pertanian harus menjadi prioritas utama dan ditetapkan sebagai salah satu sektor unggulan yang senantiasa mendukung arus perdagangan serta perputaran ekonomi demi mendukung industri pangan, pertanian, dan perikanan di Sleman.

Acara ini sekaligus menjadi peringatan Hari Kartini dimana anggota KWT merupakan perempuan-perempuan tangguh yang memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan, perekonomian, dan ketahanan pangan Kabupaten Sleman.

“Saya yakin anggota KWT adalah perempuan-perempuan tangguh dan berkontribusi nyata dalam menjaga ketahanan pangan. Oleh karenanya, dengan momentum Hari Kartini mari kita maknai bahwa peran perempuan sangat penting di segala sektor, termasuk pertanian,” tegas Kustini.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.