Serapan dan Penyaluran Pupuk Subsidi Tingkatkan Produksi Padi Petani

oleh -3 views
sawah
Ilustrasi Tanaman Padi di Sawah - Foto : Pixabay

Panennews.com – Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB mencatat produksi padi NTB 2023 sebesar 1,5 juta ton. Pencapaian produksi tahun 2023 ini tidak lepas dari serapan dan penyaluran pupuk subsidi kepada petani.

Kepala Bidang PSP Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, H. Agus Hidayatullah, ST., MT menyampaikan.

“Produksi padi di Indonesia tertinggi terdapat di beberapa daerah. diantaranya, Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sulawesi Selatan, Lampung, Sumatera, Banten, dan NTB,” kata Kabid PSP Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB Agus Hidayatullah, Rabu (24/1/2024).

Dikatakan, dari target produksi 1,35 juta ton, pencapaiannya melebihi sebesar 1,55 juta ton. Dengan pencapaian produksi komoditas tanaman pangan sebesar 1,55 juta ton ini, harus disampaikan terimakasih kepada petani. Penyalur pupuk, yaitu Pupuk Indonesia yang disebut telah melakukan pengawasan dan pendistribusian yang cukup baik.

Baca Juga :   Bangun Long Storage Pompa Air, Upaya Bekasi Atasi Kekeringan Lahan Pertanian

Penyaluran pupuk itu tidak hanya sekedar menyalurkan pupuk dari produsen kepada distributor, lalu kepada kios pengecer, dan kepada petani.

Produksi padi NTB sebesar itu menurutnya sangat surplus dibandingkan dengan kebutuhan pangan penduduk NTB sebesar 5,2 juta jiwa tahun ini. Jika dihitung dalam satu jiwa kebutuhan berasnya sekitar 700 ribu ton gabah setahun. Surplusnya 800 ribu ton.

Menurutnya, ketahanan pangan nasional tidak lepas dari peran seluruh stakeholder pupuk. Itu yang membuat kita bersemangat menjaga distribusi pupuk ini.

Karena itu, harapan Bersama agar pupuk subsidi ini sampai kepada sasaran. Ia juga mendukung penerapan system baru penebusan pupuk subsidi menggunakan iPubers.

Baca Juga :   Akademisi Menghimbau Hentikan Eksploitasi Tanah Untuk Kepentingan Industrialisasi

Penebusan dengan pola lama menurut Agus prosesnya ribet. Dan dikeluhkan petani dan petugas lapangan. Sebab harus disediakan kelengkapan dokumen sebagai syarat-syarat penebusan. Misalnya, foto copy data penerima. Agus juga mengharapkan, kuota pupuk subsidi untuk NTB ditambah.

Dikatakan, 2024 ini, kuota pupuk subsidi yang diterima NTB sebesar 130.115 ton Urea, 89.182 ton NPK dan 153 ton pupuk kakao. Jika dibandingkan tahun 2023, kuota pupuk urea subsidi mencapai 182.848 ton, NPK 106.052 ton dan kakao 1.121 ton.

“Karena itu, kita juga mengharpkan petani mendapatkan tambahan jatah sebagaimana jumlah kebutuhannya. Misalnya, sehektar bisa dapat 200 Kg atau 250 Kg Urea subsidi. Apalagi sudah disampaikan ada alokasi tambahan APBN untuk subsidi pupuk,” tutup Agus.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.