Jelang Iduladha, Stok Hewan Kurban di Jogja Cukup dan Bebas LSD

oleh -27 views
pasar hewan Imogiri
Suasana di pasar hewan Imogiri, Bantul. (Panennews.com/Dok. Pemda DIY)

Panennews.com – Hewan kurban di Yogyakarya dipastikan penyakit Lumpy Skin Disease (LSD). Hal ini dibuktikan dengan adanya surat sehat untuk hewan ternak kurban. Selain itu, juga adanya pemantauan dari doktor hewan.

Hal ini mengemuka saat Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) melakukan pantauan hewan kurban di Pasar Hewan Imogiri, Bantul, dan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Giwangan, Kota Yogyakarta, Rabu (14/6/2023).

Kepala Biro Administrasi Perekonomian dan Sumber Daya Alam Setda DIY, Yuna Pancawati, menyatakan, setelah melakukan monitoring langsung di lokasi bersama petugas Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan), hewan kurban di Pasar Imogiri dalam keadaan sehat.

“Untuk kesehatannya ini, seperti tadi juga disampaikan Puskeswan, kalau hewan-hewan sehat semuanya dan nanti juga ada surat sehat Puskeswan jika dibutuhkan,” ucapnya.

Bukan hanya di Bantul, LSD juga disebut tidak menyebar secara luas di Kota Yogyakarta. Asisten Perekonomian Pembangunan Sekda DIY Tri Saktiyana menambahkan, kesehatan hewan kurban terjaga karena tersedia dokter hewan yang mencukupi dan selalu memonitor hewan kurban.

Baca Juga :   Indonesia Ajarkan Teknologi Inseminasi Buatan Ke Petugas Peternakan Afrika

“Hewan yang disembelih di PH Giwangan juga dipastikan sehat,” ujar Tri.

Dari kunjungan dua sentra hewan kurban ini, Pemda DIY menyatakan ketersediaan hewan kurban menjelang Iduladha, yaitu sapi, kambing, dan domba dipastikan cukup dan terjaga kesehatannya.

“Di pasar hewan ini melihat bahwa kebutuhan hewan khususnya sapi, kambing dan domba mengalami kecukupan untuk penyelenggaraan Iduladha,” ungkap Yuna.

Pasokan hewan kurban juga meningkat. Tahun lalu ada 12.400 kambing dan domba, saat ini jumlahnya naik 10%, sehingga ada sekitar 13.500 ekor. Untuk sapi, tahun lalu jumlahnya 6.700 ekor dan saat ini naik 10% sejumlah 7.300 ekor.

Hewan-hewan kurban di Pasar Imogiri berasal dari berbagai daerah, seperti Gunungkidul dan Bantul di DIY, juga Kebumen dan Purworejo di Jawa Tengah.

Baca Juga :   Antisipasi Penyebaran PMK Meluas, Wapres Ma’ruf Amin Imbau Distribusi Hewan Terjangkit

Harga hewan kurban tersebut mengalami kenaikan, namun disebut masih dalam batas wajar. Secara nasional, DIY termasuk daerah yang tidak mengalami lonjakan harga hewan ternak yang tinggi, termasuk ketika memasuki Iduladha.

“Sapi mengalami kenaikan kurang lebih Rp3 juta sampai Rp5 juta. Kemudian untuk kambing itu mengalami kenaikan kurang Rp300 ribu sampai dengan Rp500 ribu per ekornya,” jelas Yuna.

Saat ini, harga rata-rata sapi di Pasar Hewan Imogiri sekitar Rp25 juta, sedangkan harga kambing lokal sekitar Rp3,7 juta dan kambing Jawa Rp4 juta.

“Penyembelihan hewan kurban kita sikapi khusus, karena syarat-syarat hewan kurban beda dengan syarat-syarat hewan konsumsi. Jadi penyediaan hewan kurban bukan hanya komoditas hewan ternak, tapi juga gaya hidup halal,” kata Tri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.