Potensi Kelautan Cukup Besar, Lombok Selatan Disiapkan Jadi Sentra Blue Economy

oleh -11 views
Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi
Pj Gubernur NTB HL Gita Ariadi. (Panennews.com/H Wardi)

Panennews.com – Pj Gubernur NTB, H Lalu Gita Ariadi M.Si menyebut bahwa kawasan selatan Lombok selama ini menjadi sentra blue economy  atau ekonomi biru di Provinsi NTB.

Pemprov NTB menghendaki agar pemerintah pusat memberikan perhatian yang besar terkait dengan pengambangan potensi kalautan di wilayah selatan, mulai dari lobster hingga rumput laut.

“Komitmen untuk menjadikan kawasan selatan kita menjadi sentral blue economy dengan kekayaan laut yang luar bisa. Dalam kaitan dengan rumput laut ini, budidaya pengembangan hulu-hilir dengan sistem mekanisasi,” kata H.Lalu Gita Ariadi M.Si, Senin, (26/2/2024).

Di Teluk Ekas, Kecamatan Jerowaru Kabupaten Lombok Timur (Lotim) menjadi salah satu kawasan yang selama ini tumbuh subur budidaya rumput laut. Nelayan setempat sudah lama melakukan budidaya rumput laut sebagai penopang ekonomi kelauarga.

Pemerintah berencana melakukan hilirisasi rumput laut agar memiliki nilai tambah bagi masyarakat sekitar. Akan hadir juga investor yang akan membangun pabrik di Jerowaru dengan melibatkan masyarakat setempat.

“Akan ada hilirisasi di sana. Jadi kawasan selatan akan menjadi sentra blue economy, terlebih ada potensi kita berupa lobster dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Mengenal Belanak, Ikan Laut Yang Enak Untuk Di Konsumsi

Kunker Presiden Jokowi tanggal 29 Februari mendatang ke Jerowaru menjadi momentum membangkitkan usaha rumput laut di NTB. Sebab provinsi ini menjadi salah satu daerah di Indonesia dengan produksi rumput laut terbanyak dan kualitas yang bagus.

“Jadi dengan akan dicanangkan oleh Pak Presiden, maka publikasi dan sosialosasi ekonominya menjadi lebih dahsyat,” tandasnya.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Lombok Timur (Lotim), Muhammad Zaenuddin akan mengembalikan kejayaan rumput laut Lombok Timur. Seperti tahun 1990-an silam, rumput laut menjadi salah satu primadona.

Berdasarkan data terakhir tahun 2023, jumlah produksi rumput laut di Lotim mencapai 25.585 ton. Terinci, semester pertama catoni berhasil diproduksi 9.424 ton dan spinosum 3.146 ton. Sedangkan pada semester kedua, catoni berhasil produksi 9.954 ton dan spinosum 3.060 ton.

Potensi tempat budidaya rumput laut di Kabupaten Lotim ini sangat besar. Antara lain di perairan Seriwe, Ekas, Semerang, Batunampar dan Tanjung Luar. Potensi besar itu akan dikembalikan semua kejayaan produksinya.

Sebagai salah satu langkah nyata mengembalikan kejayaan rumput laut ini, sudah siap berinvestasi Penanam Modal Asing (PMA) asal India yang khusus melakukan budidaya hingga pemasaran rumput laut. Investor asal India ini bernama PT Sea Six Energi.

Baca Juga :   KKP Usut Kasus Tumpahan Aspal Yang Cemari Perairan Nias

Perusahaan internasional ini akan melakukan aktivitas budidaya rumput laut di atas kawasan seluas 100 hektare. Ada juga perusahaan lain yang siap di dalam kawasan 35 hektare dan sedang persiapan.

Khusus dari PT Sea Six Energy ini, merupakan perusahaan yang siap menghadirkan sentuhan teknologi dalam aktivitas budidaya. Dimana, sudah ada kapal khusus didatangkan di Teluk Ekas Desa Ekas Buana. Lewat kapal inilah nantinya dilakukan kegiatan penanaman hingga panen nantinya.

Selanjutnya, di daratan Teluk Ekas ini sudah siap dibangun pabrik pengolahan modern. Olahan rumput laut tanpa proses penjemuran lebih dulu. Hasil panen yang masih basah langsung dimasukkan kedalam mesin pabrik.

Semua yang dihasilkan dari hasil olahan pabrik tidak ada yang terbuang. Antara lain bisa menjadi bahan baku pupuk dari cairannya. Selanjutnya bisa jadi bio plastic dan ke depan juga bisa menjadi bio fuel.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.