Pemprov Jateng Terus Kenalkan Pangan Lokal ke Generasi Z, Olahan Singkong Masuk Kafe

oleh -11 views
Dyah Lukisari
Kepala Dinas Ketahanan Pangan Jateng Dyah Lukisari (kanan). - Fto : Dok. Pemprov Jateng

Panennews.com – Pemprov Jawa Tengah terus membina produsen dan mengenalkan berbagai produk pangan lokal kepada konsumen, terutama generasi Z. Pangan lokal bahkan sudah masuk ke kafe.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Dishanpan) Jawa Tengah Dyah Lukisari, menjelaskan sejak tahun lalu, sebanyak 18 kelompok UMKM pangan lokal terutama produsen pangan lokal berbasis singkong, dibina dan difasilitasi alat oleh Dishanpan.

Selain itu, pihaknya juga semakin gencar mengenalkan mi mocaf kepada generasi Z. Salah satu programnya adalah makan mi mocaf gratis di 49 kafe di empat kota / kabupaten di Jawa Tengah. Mocaf merupakan tepung yang diolah dari singkong.

Dyah membeberkan, pengenalan penganekaragaman pangan lokal itu dinilai berhasil sesuai skor Pola Pangan Harapan (PPH). Semakin tinggi skor PPH, maka konsumsi pangan masyarakat semakin beragam dan bergizi seimbang.

“Saat ini skor PPH Jawa Tengah adalah 94,2, lebih tinggi dari nasional 94,1. Dan Jawa Tengah adalah terbaik ketiga nasional,” ujarnya, Sabtu (17/2/2024).

Baca Juga :   Pastikan Stok Aman, Kemendag Pantau Pendistribusian Minyakita

Selain itu, Jateng dinilai unggul dalam melaksanakan pengawasan keamanan pangan distribusi lintas kabupaten/ kota di provinsi ini, baik sebelum pangan beredar, maupun di pasaran.

Dyah menerangkan pada 2023, Dishanpan mulai mengembangkan penjaminan mutu dan keamanan pangan produk curah di pasar rakyat melalui kegiatan Pasar Sehat Aman (Pas Aman).

Pihaknya juga mengoptimalkan mobil laboratorium keliling yang diberikan Bapanas, dalam pengawasan keamanan pangan dan memberikan layanan izin edar pangan segar asal tumbuhan (PSAT), untuk pelaku usaha menengah dan besar.

Dengan berbagai upaya itu, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah meraih tiga penghargaan dari Badan Pangan Nasional (Bapanas), yakni, terbaik kategori Pelaksana Program Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, terbaik kategori Pelaksana Kegiatan Pengawasan Keamanan Pangan, serta terbaik ketiga kategori Skor Pola Pangan Harapan, Kamis (15/2/2024) lalu.

“Kegiatan penganekaragaman mendapatkan apresiasi, karena kami sangat intens dalam pembinaan produsen, hingga pengenalan berbagai produk pangan lokal kepada konsumen, terutama generasi Z,” ujar Dyah.

Baca Juga :   Surplus Hingga Akhir Tahun, Stok Beras Di Brebes Terjamin Aman

Tak hanya pemprov, tiga kabupaten/ kota di Jateng juga mendapatkan penghargaan. Kabupaten Wonosobo dinobatkan sebagai kabupaten dengan capaian skor pola pangan harapan terbaik kedua sebesar 99,15.

Kota Semarang Semarang berhasil meraih gelar sebagai pelaksana kegiatan pengawasan keamanan pangan terbaik, yang telah melakukan penerbitan 487 nomor registrasi produksi dalam negeri usaha kecil (PDUK) label putih, serta secara rutin melakukan pengawasan keamanan pangan.

Sedangkan Kabupaten Demak memperoleh penghargaan sebagai Kabupaten/Kota Pembina Penerapan Standar Keamanan Pangan Terbaik, karena komitmen mendampingi pelaku usaha memenuhi standar penanganan pangan yang baik, dan memenuhi regulasi terkait label pada kemasan pangan segar.

“Prestasi ini adalah hasil kerja sama antara seluruh pemangku kepentingan di Provinsi Jawa Tengah. Harapan kami, ke depan program pembangunan ketahanan pangan terutama pada sisi penganekaragaman dan keamanan pangan, dapat terus meningkat, ” tandas Dyah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.