Panen Raya Di Sambas, Produktivitasnya Capai 7 Ton Per-Hektare

oleh -10 views
download (42)
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Sejumlah wilayah mulai memasuki musim panen raya, di antaranya Sambas, Kalimantan Barat.

Saat ini, panen padi Kabupaten Sambas sudah mencapai 26 persen dari total potensi produksi yang ada di Provinsi Kalimantan Barat.

“Panen musim ini rata-rata Kabupaten Sambas produktivitasnya mencapai 4,5 ton. Pencapaian yang luar biasa, di mana sebelumnya rata-rata produktivitas Kabupaten Sambas hanya mencapai 2,8 ton per hektare. Tentu kita berharap ke depannya produktivitas dapat terus meningkat lagi,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupatn Sambas, Musanif, pada Selasa (27/02/2024).

Ia menuturkan, salah satu kecamatan yang telah beberapa kali melaksanakan panen padi, yakni Kecamatan Jawai dengan luas baku sawah 2.860,76 hektare dan yang telah panen 1.020 hektare.

Baca Juga :   Kementan Dorong Kementerian ATR, Lindungi 7 Juta Lahan Sawah Indonesia

Dengan rerata panen 6,5 ton per hektare gabah kering panen (GKP). Varietas padi yang dipanennya ialah Inpari 30 dan Inpari Nutrizinx dengan menggunakan sistem Legowo 4:1.

Bahkan di salah satu wilayah, produktivitas bisa mencapai 7 ton per hektare. Koordinator Penyuluh Pertanian Lapangan Jawai, Darma Irawan, mengatakan bahwa di wilayah binaannya petani panen dengan bantuan alat panen combine harvester.

Ia menilai panen padi di Sambas tergolong sukses karena benih yang diberikan pemerintah dalam hal ini Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Dinas Pertanian Dan Ketahahan Pangan Kabupaten Sambas datang tepat waktu, sehingga petani dapat menanam secara serentak.

Selain itu, curah hujan juga cukup, serta serangan hama dan penyakit padi juga tidak berat.

Baca Juga :   Stabilisasi Harga Migor, Mendag Zulhas Ajak Petani Kelapa Sawit Berdialog

“Pada saat fase primordia memang terjadi serangan hama. Akan tetapi dari Dinas Pertanian langsung sigap dengan memberikan bantuan pestisida dan saat itu kami melakukan gerakan pengendalian (gerdal). Alhamdulillah hasilnya sangat baik, sehingga tanaman padi terhindar dari hama penggulung daun,” terang Darma.

Selain menggunakan pupuk kimia, lanjutnya, petani mulai menggunakan pupuk organik cair untuk memberikan nutrisi kepadatan aman padi.

Petani di Poktan Idaman, Rabuni, mengaku bersyukur produksi padi tahun ini mengalami peningkatan. Peningkatan ini dirasakan karena cuaca yang mendukung, prasarana yang diberikan juga bermanfaat berupa benih padi dan pupuk cair.

“Musim berikutnya kami bertekad untuk terus melakukan penanaman dengan menggunakan teknologi dan pemupukan yang berimbang, mudah-mudahan saja cuaca mendukung,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.