Gerakan Massif, Kembalikan Kejayaan Kopi NTB

oleh -2 views
Ilustrasi Biji Kopi
Foto : Pixabay

Panennews.com – Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) mendorong dilakukan gerakan massif masyarakat, pemerintah, dan para stakeholder terkait untuk mengembalikan kejayaan kopi, khususnya di NTB.

Hal ini dilakukan adanya indikasi tidak cukup seriusnya pemerintah mengembangkan kopi sebagai komoditas unggulan. Padahal, kopi adalah komoditas sejarah, komoditas ekomomi, bahkan berkaitan langsung dengan kehidupan sosial masyarakat.

“Jadi kita dorong masyarakat dan pemerintah agar serius mengembalikan kejayaan kopi tanah air, khususnya di Provinsi NTB,” kata Ketua Asosiasi Kopi Indonesia (ASKI) Provinsi NTB, Suryadi Jaya Purnama (SJP).

Ia yang juga anggota DPR RI Dapil Pulau Lombok menyebutkan, beberapa ahli kopi yang sering berinteraksi dengannya, kopi NTB adalah salah satu kopi terbaik di Indonesia selain kopi Toraja, dan kopi Aceh.

“Keunggulan kopi NTB dari sisi kualitas dan citarasa ini didukung oleh daerah pengembangan kopi yang berada di atas ketinggian. Di lingkar Gunung Rinjani di Pulau Lombok, dan Gunung Tambora di Pulau Sumbawa.

Baca Juga :   5 Perbedaan Kopi Arabika Dan Robusta Yang Harus Kamu Tahu

Dikatakan, biasanya dari sisi alam sangat menguntungkan karena bekas abu vulkanik itu sangat baik untuk perkebunan, terutama kopi. Namun demikian, kita punya dua problem, utama. Pertama dari sisi jumlah priduksi yang masih sangat terbatas. Terutama kopi jenis Arabika.

Selain itu kata dia, belum massifnya dukungan pemerintah untuk mengembangkan produk unggulan ini di NTB. Kenapa ia mengatakan demikian?

Sebagaimana diketahuinya, Kopi Toraja dan Kopi Aceh sudah mendapatkan sertifikat dari pusat kopi dunia di London, Inggris. Sementara kopi NTB sampai saat ini belum ada yang mengajukannya, sehingga belum mendapat pengakuan secara internasional.

“Nah ini langkah pertamanya, selain kualitas yang bagus, kita perlu legitimasi pada lembaga-lembaga yang punya hak wewenang memverifikasi dan mengeluarkan sertifikat kualitas kopi. Oleh karena itu perlu langkah – langkah dari hulu ke hilir melakukan edukasi, bagaimana pembibitan, petani harus diberikan pelatihan cara penanaman, perawatan, sampai kepada cara panen. Demikian juga bagaimana mengolahnya,” ungkapnya.

Baca Juga :   Mengenal Beragam Varietas Paprika

Dikatakan, harus ada gerakan struktural kebijakan pemerintah. Sebab sebagaimana diketahui, jika dilihat dalam persepektif sejarah, bahwa selain rempah-rempah, kopi adalah bagian dari tujuan mengapa Belanda menjajah Indonesia dalam jangka waktu yang cukup lama.

Terbukti VOC adalah perusahaan yang didirikan oleh Pemerintah Belanda, untuk menguasai perdagangan rempah-rempah di Indonesia dan Asia menjadi perusahaan dunia yang cukup besar.

Gerakan mengembalikan kejayaan kopi ini harus dilakukan, terutama NTB yyang notabenenya adalah daerah distinasi super perioritas pariwisata. Maka, diperlukan berbagai produk kopi untuk mengembangkan perekonomian rakyat memanfaatkan potensi wisatawan.

Bahkan kopi tidak saja simbol produk perekonomian. Tapi menjadi perekat sosial. Karena dengan ngumpul, ngopi bareng, banyak hal bisa diintegrasikan. Kerukunan sosial juga bisa terbangun dengan ngumpul ngopi.

“Kopi bisa merekatkan kerenggangan masyarakat dengan pejabat. Karena itu tidak salah kalau pengembangan kopi menjadi prioritas kita dukung . Baik oleh masyarakat, maupun oleh pemerintah,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.