Kementan Dorong Pengembangan Beras Lokal Di Klaten

oleh -47 views
IMG-20230410-WA0018
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (Mentan SYL) mendorong Pemerintah Daerah Kabupaten Klaten untuk mengembangkan beras lokal merek rojolele yang merupakan beras setempat hasil panen raya IP400.

Menurutnya, pengembangan beras lokal penting dilakukan agar menjadi peluang bersama bagi para pelaku usaha di seluruh Indonesia.

“Ini harus betul betul ditata dalam manajemen yang clear dan tadi saya bilang ke ibu bupati bahwa beras lokal itu harus menjadi trend mark up atau merek khusus dari Klaten dan itu bisa kita dapatkan di mana saja. Saya kira kalau ini diseriusi maka beras lokal klaten itu akan menjadi suatu ikon perberasan Indonesia yang standarnya bisa kita tingkatkan,” ujar SYL saat meninjau Penggilingan Padi di Desa Kepanjen, Kabupaten Klaten, Senin, (10/04/2023).

Baca Juga :   Komitmen Cegah Korupsi dan Tingkatkan Transparansi Kementan

Menurut SYL, Pemda Klaten harus segera membuat pasar beras yang bisa menjadikan beras lokalnya sebagai ikon yang diburu masyarakat dalam mendapatkan beras berkualitas super.

Adapun pasar tersebut nantinya akan menjadi putaran ekonomi baru baik di Klaten sendiri maupun daerah lainya.

“Yang kedua saran saya agar dibuatkan pasar beras. Jadi beras lokal itu harus jadi semacam gudang yang sekaligus center perberasan. Nanti kita ikut promosi kalau perlu kita jadikan suatu target ekspor,” katanya.

Selain itu, SYL juga berharap peningkatan kualitas beras lokal harus terus ditingkatkan agar mampu bersaing dengan kualitas beras luar negeri seperti dari Vietnam.

Baca Juga :   Meski Terdampak Banjir, Sawah Di Ujung Jaya Tak Akan Gagal Panen

Dengan demikian, Indonesia secara perlahan tapi pasti akan menjadi negara besar yang berdaulat di bidang pangan.

“Minimal standarnya kita tingkatkan. Misalnya dia punya aroma yang khas dan selalu diingat masyarakat. Tetapi memang kalau ekspor untuk tahap pertama kita berhadapan dengan Vietnam. Vietnam dan Thailand pak bupati harus ada subsidi kita untuk bisa menghadapi itu. Nanti saya bersama menteri agama, kalau memang mau dibicarakan kita bawa ke Saudi untuk ikut tender,”. Tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.