Jelang Puasa, Harga Dan Stok Bapok Di Samarinda Relatif Stabil

oleh -35 views
N1DgOWVej6dYVbQooTFfzvICLpfKdTbEmX4zzuL6
Foto : Biro Humas Kemendag

Panennews.com – Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengungkapkan, perkembangan harga sejumlah komoditas relatif stabil di Samarinda, Kalimantan Timur jika dibandingkan bulan lalu.

Demikian dijelaskan Wamendag Jerry saat pemantauan harga dan stok barang kebutuhan pokok (bapok) di Pasar Segiri, Samarinda, Kalimantan Timur pada hari, Sabtu lalu (18/02/2023).

“Harga dan stok bapok di Pasar Segiri, Samarinda relatif stabil dan cukup menjelang Ramadan. Pemerintah pusat dan daerah akan bersinergi memastikan hal tersebut,”. Ungkap Wamendag Jerry.

Selama pantauan, Wamendag Jerry didampingi Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalimantan Timur Muhammad Sa’duddin. Ditemukan Minyakita yang dijual seharga Rp16.000/liter atau sedikt lebih tinggi dari harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah, yaitu Rp14.000/liter atau Rp15.500/kg.

Baca Juga :   Festival Ikan Asap dan Tingginya Konsumsi Ikan di Jepara

“Terkait temuan Minyakita seharga Rp16.000/liter di pedagang pasar, Kementerian Perdagangan akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah untuk mengatasi persolaan tersebut. HET Rp14.000/liter atau Rp15.500 berlaku di pedagang. Jadi, agen atau distributor harus menjual dengan harga di bawah HET,”. Ungkap Wamendag Jerry.

Sementara itu, Muhammad Sa’duddin menjelaskan, stok bapok di Kalimantan Timur cukup untuk memenuhi kebutuhan setengah bulan mendatang, bahkan akan dipasok dalam waktu dekat. Jika terjadi kenaikan harga, tidak signifikan.

“Harga dan stok bapok di Kalimantan Timur  relatif stabil dan mencukupi hingga setengah bulan mendatang. Menjelang Ramadan, akan digelar pengawasan terpadu. Tidak hanya harga, tetapi juga mengawasi kemasan dan tanggal kedaluarsa,”. Tutur Sa’duddin.

Baca Juga :   Uni Eropa Rencanakan Diplomasi Pangan Lawan Rusia

Lebih lanjut, Deputi Lingkungan Hidup dan Sumber Daya Alam Myrna Safitri memaparkan tentang ketersediaan pangan di IKN. Myrna menuturkan, ketersediaan pangan akan disokong beberapa kota/kabupaten di sekitar IKN sebagai penyangga pangan IKN.

“Kebutuhan beras Kalimantan Timur pada 2021 sebanyak 366,1 ribu ton sementara produksi beras di Kaltim pada 2021 turun 6,77 persen dibandingkan pada 2020. Adapun kebutuhan beras pada 2024 diproyeksikan mencapai 401,2 ribu ton,”. Tutup Myrna.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.