Wapres Ma’ruf Amin Dorong Pertanian Hidroponik Modern

oleh -14 views
IMG_20220915_181021
Foto : BPMI Setwapres

Panennews.com – Saat ini, krisis pangan menjadi isu global yang terjadi di berbagai negara. Tidak hanya karena gejolak situasi dunia, pemulihan pasca pandemi, hingga ancaman krisis iklim turut berpengaruh terhadap ketahanan pangan nasional. Untuk itu, diperlukan upaya-upaya berbasis teknologi agar kebutuhan pangan masyarakat dapat terus dipenuhi.

“Ini yang kita ingin kembangkan yaitu ada rekayasa-rekayasa dalam penanaman sehingga menyiasati agar risiko gagal panennya diperkecil,”. Ungkap Wakil Presiden (Wapres) K.H. Ma’ruf Amin ketika mengunjungi Batamindo Green Farm, Jl. Kota bukit Indah Raya, Cikampek, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, Kamis (15/09/2022).

Wapres menyampaikan, sistem tanam hidroponik modern ini juga nantinya akan dikembangkan di pesantren-pesantren. Tidak hanya untuk memberikan nilai tambah terhadap pesantren tersebut, tetapi juga untuk memenuhi kebutuhan pangan masyarakat sekitar.

Baca Juga :   Atiqah Hasiholan, Dari Benih Sampai Di Meja Tanam Sendiri

“Model ini nanti akan dikembangkan dalam bentuk yang kecil di pesantren, selain pemberdayaan pesantren juga untuk kebutuhan masyarakat sekitarnya,”. Ungkap Wapres.

Selain itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil berharap, dengan adanya rekayasa teknik penanaman sayur seperti ini dapat memenuhi kebutuhan pangan di Jawa Barat dan Indonesia pada umumnya.

“Saya melihat ini salah satu solusi mengatasi inflasi karena sayuran gunung bisa ditanam di daerah panas, sehingga kami berharap ketahanan pangan di Jawa Barat dan Indonesia bisa didesain lebih terukur dengan meminimalisir gagal panen,”. Ungkap Ridwan Kamil.

Sementara itu, Direktur Batamindo Green Farm Franciscus Welirang menjelaskan bahwa di lahan pertanian ini digunakan metode hidroponik modern, dimana waktu panen dapat lebih terencana sehingga dapat mengurangi risiko gagal panen.

Baca Juga :   Usai Tak Jadi Menteri, Kini Jonan Rajin Berkebun

“Ini adalah pertanian berteknologi dan juga dalam menghadapi perubahan iklim kita coba menyiasati iklim dan menyesuaikan dengan hemat penggunaan air, sehingga gagal panennya akan kecil dan bisa terencana”. Ungkap Direktur.

Lebih lanjut, Batamindo Green Farm dikelola oleh PT Singapura Fresh Green Makmur. Perusahaan pertanian ini memproduksi sayuran melalui metode hidroponik.

Hadir pertama kali di Batam pada 2020 dengan luas lahan sebesar 40Ha dan memproduksi hasil panen sebanyak 5.000 MT/tahun. Di akhir 2021, Batamindo Green Farm melakukan ekspansi dengan membuka lahan di Pulau Jawa seluas 150 Ha dengan target produksi sebanyak 22.350 MT/tahun untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam maupun luar negeri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.