Jelang Hari Raya Imlek, Pasokan Beras Di Yogyakarta Tercukupi

oleh -24 views
ilustrasi beras
Ilustrasi Beras - Foto : Dok. Istock

Panennews.com – Berdasarkan data dari Perum Bulog Kanwil Yogyakarta jumlah pasokan beras di awal tahun 2024 untuk wilayah DIY tersedia sejumlah 4.511 ton yang seiring berjalannya waktu akan terus bertambah.

Kepala Bidang Pangan Dinas Pertanian dan Pangan Kota Yogyakarta Muhammad Imam Nurwahid mengatakan, Pemkot bersama pihak terkait yang menjadi bagian dari Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) akan terus berkoordinasi dan berupaya agar pasokan kebutuhan pangan pokok dapat terpenuhi.

“Mendekati beberapa momentum besar seperti Tahun Baru Imlek dan Bulan Ramadan berdasarkan laporan dan hasil koordinasi dengan TPID ketersediaan bahan pangan terutama beras di Kota Yogya bisa mencukupi. Meski secara grafik permintaan akan komoditas pangan kadang terjadi lonjakan,” katanya saat ditemui dalam kegiatan pantuan penyaluran bahan pangan di Kantor Pos Utama Nol Km pada Jumat (02/02/2024).

Baca Juga :   Panen Raya Padi di NTB Tertunda Akibat Pengaruh Elnino

Menurutnya ketika terjadi lonjakan permintaan akan kebutuhan pangan pokok dikarenakan saat jumlah wisatawan meningkat. Terutama pada musim liburan, di mana Kota Yogyakarta masih menjadi salah satu destinasi utama yang dituju wisatawan lokal.

“Memang kadang ada lonjakan kebutuhan karena Yogyakarta sebagai kota wisata, saat musim liburan dan banyak pengunjung sangat memungkinkan permintaan terhadap komoditas pangan juga meningkat. Tapi secara keseluruhan semua bahan pangan akan tercukupi dan terkendali, jadi tidak perlu dikhawatirkan,” jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan sejauh ini jumlah cadangan beras Pemkot Yogyakarta sebanyak 65,05 ton dan masih utuh belum digunakan.

Baca Juga :   Tekan Inflasi, Gerakan Pertanian Perkotaan Di Bogor Panen Cabai Rawit

Karena masih bisa diatasi dengan bantuan pangan dan gerakan pangan murah, operasi pasar, pasar murah, adanya kios segoro amarto dan sebagainya.

“Seperti halnya ada bantuan pangan ke masyarakat, itu merupakan bagian dari pengendalian inflasi dan intervensi pemerintah untuk mengatasi kerawanan pangan. Apalagi karena kondisi iklim el nino kemarin yang berimbas pada penurunan produksi beberapa komoditas pangan. Jadi ketika ada bahan pangan di masyarakat itu harga tidak melonjak tinggi dan masih bisa terkendali,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.