KKP Perkuat Pemasaran Komoditas Rajungan Tangkapan Nelayan

oleh -20 views
WhatsApp Image 2024-03-09 at 09.11.02
Foto : Dok. KKP

Panennews.com – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng Forum Komunikasi Nelayan Rajungan Nusantara dan Startup Fishlog guna memperkuat pemasaran rajungan tangkapan nelayan.

“Rajungan merupakan salah satu dari 5 komoditas prioritas KKP dan tentu kami akan berkomitmen untuk menjaga komoditas ini sebagai produk perikanan sustainable yang diperoleh dengan cara-cara yang ramah lingkungan ,” ujar Dirjen Penguatan Daya Saing Produk Kelautan dan Perikanan (PDSPKP), Budi Sulistiyo melalui keterangan tertulisnya, Minggu (10/03/2024).

Budi memaparkan nilai ekspor rajungan mencapai USD448 juta pada tahun 2023. Selain itu, secara sosial, komoditas ini memberikan penghidupan bagi sekitar 90.000 nelayan rajungan dan 180.000 pengupas yang mengolah rajungan.

Baca Juga :   Produk Tuna Indonesia Berhasil Meraih Sertifikasi MSC

Adapun Forum Komunikasi (Forkom) Rajungan Jepara merupakan kumpulan nelayan rajungan yang menangkap dan menjual rajungan ke pengepul.

“Dari sisi hulu, Sustainable Fisheries Partnership (SFP) telah mendampingi para nelayan untuk menerapkan penangkapan rajungan secara berkelanjutan,” urai Budi.

Karenanya, melalui nota kesepahaman antara Ditjen PDSPKP dengan Forkom dan Fishlog, Budi memastikan kehadiran KKP dalam fasilitasi penguatan kelembagaan dan akses pasar, terutama untuk menjembatani dalam mendapatkan harga yang lebih fair dan transparan.

Selain itu, bersama dengan SFP dan Fishlog sedang memfasilitasi Forkom dalam pengembangan usaha rajungan yang memenuhi sistem jaminan mutu dan keamanan hasil perikanan.

Selanjutnya, melakukan pendampingan dalam mengembangkan ekosistem bisnis, termasuk membangun networking ke lembaga keuangan dan pemasaran.

Baca Juga :   KKP Libatkan Calon Penerima Kapal Perikanan Bantuan Pemerintah

“Melalui skema ini, diharapkan akan terbentuk pola-pola usaha berbasis komunal,” tutur Budi.

Budi menyebut bahwa Forkom adalah wadah para nelayan rajungan yang berkomitmen untuk menerapkan prinsip-prinsip penangkapan yang berkelanjutan.

Berbagai upaya telah dilakukan Forkom, diantaranya menggunakan alat tangkap yang ramah lingkungan (seperti bubu), menghindari tertangkapnya atau mengembalikan rajungan kecil yang tertangkap, mengkarantina rajungan bertelur yang tertangkap, serta melakukan pencatatan data hasil tangkapan.

“Semoga sinergi antar pihak dalam menjaga ekologi dan sumberdaya guna mendukung keberlanjutan usaha dapat menjadi model untuk direplikasi di area atau komoditas lainnya,” kata Budi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.