TPI Berfasilitas Lengkap Dibangun di Kulon Progo, Tingkatkan Kesejahteraan

oleh -26 views
Peresmian TPI Congot Kulon Progo
Peresmian TPI Congot Kulon Progo lewat Festival Gerbang Segoro. (Dok. Pemda DIY)

Panennews.com – Tempat Pelelangan Ikan (TPI) berfasilitas lengkap dibangun di Congot, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Selain sebagai tempat pelelangan, pemasaran, pengolahan dan kuliner ikan, TPI Congot juga diharap mampu mendukung destinasi wisata di Kulon Progo.

Diresmikan pada Kamis (21/12/2023) lalu, TPI Congot dilengkapi bangunan tempat pelelangan ikan, gudang mesin perahu motor tempel dan jaring, dan bangunan pemasaran ikan. Selain itu, ada unit warung kuliner ikan, aula pertemuan nelayan, fasilitas ibadah, fasilitas gazebo, joging track, zona parkir dan fasilitas lainnya.

Penjabat Bupati Kulon Progo, Ni Made Dwipanti Indrayanti mengutarakan, TPI Congot ini menjadi salah satu bukti perhatian pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat bahari Kulon Progo.

Pembangunan TPI tidak berhenti di sini. Namun akan berlanjut hingga dua tahun mendatang. “Dimulai dari TPI Congot pada tahun ini, berlanjut ke TPI Trisik pada tahun 2024, dan TPI Bugel pada tahun 2025,” ungkap Ni Made.

Baca Juga :   Mentan SYL Dorong Hutan Sagu Papua Barat Menjadi Lahan Agrowisata

Perhatian pada sektor perikanan di Kulon Progo tak hanya pada pembangunan TPI ini. Sebelumnya, bantuan juga diberikan dalam pembuatan kolam bulat budidaya ikan kelompok wanita, yang sampai saat ini telah eksis 555 unit kolam bulat.

Selain itu, terdapat bantuan peralatan pengolahan dan pemasaran kepada 24 poklahsar wanita.

Melalui peresmian ini juga digelar Festival Gerbang Segoro (Gerakan Membangun dengan Semangat Gotong Royong). Ni Made menyebutkan, program ini merupakan bentuk dukungan dari slogan ‘Bela–Beli Kulon Progo’ guna mewujudkan kemandirian pangan dan kemandirian ekonomi Kabupaten Kulon Progo.

Selain itu, Gerbang Segoro juga merupakan tindak lanjut terhadap perubahan orientasi pembangungan DIY dari Among Tani ke Dagang Layar untuk meningkatkan kesejahteraan warga DIY, khususnya Kulon Progo.

“Berdasarkan konsep pembangunan Among Tani Dagang Layar, maka prinsip pertamanya adalah orientasi pembangunan daratan mulai beralih ke lautan, prinsip kedua adalah menjadikan pantai selatan sebagai halaman depan DIY, dan prinsip ketiga adalah mengenalkan lebih masif lagi budaya Bahari,” ujar Ni Made.

Baca Juga :   Visit Beautiful West Sumatera, Tingkatkan Kunjungan Wisman

Menurutnya, Festival Gerbang Segoro ini adalah upaya sosialisasi program melalui tiga tahapan yaitu Cecikal, Bebakal, dan Tetinggal, yakni tahapan untuk menumbuhkan, kemudian mengembangkan, dan memandirikan usaha bahari kelautan dan perikanan.

Oleh karena itu, Gerbang Segoro diwujudkan ke dalam beberapa kegiatan antara lain pembangunan TPI Hebat, revitalisasi Pasar Ikan Sarwolaris, kegiatan Ngulir Budi (Ngupoyo Hulu Hilir Budidoyo Iwak – upaya hulu hilir budidaya ikan), Jogo Segoro (jaga lautan), dan Jogo Kaliku (jaga sungaiku).

“Terima kasih kepada kelompok nelayan, kelompok pembudidaya ikan, kelompok pengolah, dan pemasar ikan yang telah mendukung program Gerbang Segoro,” jelas Ni Made.

Wakil Gubernur DIY, KGPAA Paku Alam X menyatakan pembangunan TPI ini bagian dari upaya Pemda DIY mengangkat perekonomian masyarakat bahari di Kulon Progo.

“Masyarakat diharapkan dapat memelihara kebersihan dan mengoptimalkan penggunaan fasilitas yang telah disiapkan untuk kepentingan bersama,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.