Harga Ikan Layang Turun Drastis, Nelayan Ngenes

oleh -24 views
WhatsApp Image 2023-12-05 at 18.53.05
Suasana Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Juwana, Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah. (Panennews.com)

Panennews.com – Nelayan di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, diterjang kegalauan. Pasalnya, sejumlah harga ikan tangkap mengalami penurunan.

Seperti ikan layang yang semula Rp20.000 per kilogram di bulan lalu, saat ini hanya laku Rp5.000-7.000 saja. Kondisi ini jelas membuat nelayan resah.

Kepala Bidang Pengelolaan dan Pembinaan (Kabid P2) Tempat Pelelangan Ikan (TPI), Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Pati, Soleh mengamini, jika penurunan yang paling signifikan adalah harga ikan layang.

Sementara untuk harga tangkap ikan di laut lainnya, masih dikategorikan menurun tetapi tidak signifikan.

“Harga ikan turun karena produksi melimpah dan serapan pasar konsumsi mengalami penurunan,” ujarnya, Selasa (05/12/2023).

Baca Juga :   Distribusi Komoditas Perikanan Via Jalur Kereta Kembali Meningkat

Diungkapkan, saat ini adalah masa panen raya ikan layang di lautan. Sehingga wajar jika harganya cukup terperosok.

“Produksi ikan layang memasuki panen raya bulan Oktober sampai Desember dan puncaknya pada November, sehingga harga ikan layang yang biasanya cukup tinggi sekarang mengalami penurunan,” beberapa.

Data DKP Pati merinci, ikan lemuru juga mengalami penurunan dari Rp11.000 saat ini hanya laku Rp10.000. Ikan pari yang sebelumnya Rp14.000, sekarang Rp Rp10.000.

Kuniran pada September-November laku Rp6.000, sebelumnya di Juni harganya capai Rp8.000, lalu anjlok menjadi Rp5.346 pada Juli.

Harga cumi-cumi turun drastis Rp49.000 pada September menjadi Rp40.000.

Sementara harga ikan yang malah mengalami kenaikan adalah tengiri yang sebelumnya Rp30.000 saat ini Rp32.000.

Baca Juga :   Begibung Makan Ikan, Cara NTB Atasi Stunting

Rajungan dari Rp75.000 menjadi Rp86.000. Sedangkan manyung cenderung stabil diangka Rp16.000.

Harga sejumlah ikan yang cukup rendah sempat dikeluhkan nelayan di kabupaten berjuluk Bumi Mina.

Koordinator Barisan Nelayan Muda Pantura, Jaharuddin menilai, berdasarkan pendataan yang dilakukan Kantor Pendataan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di TPI Juwana Pati, harga acuan ikan (HAI) tidak menyesuaikan harga di pasaran.

“Kami resah dengan pendataan. Harga ikan di pasaran Rp6.000, tetapi ditulis Rp10.000. Maka kami meminta adanya penyesuaian regulasi yang ditetapkan KKP dengan keadaan di lapangan,” sebutnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.