Gerak Cepat Kendalikan Hama, Upaya Kementan Amankan Produksi Jelang Tahun Baru

oleh -19 views
WhatsApp-Image-2023-12-09-at-9.35.48-PM
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mengambil langkah cepat dalam rangka mengamankan ketersediaan produksi.

Terlebih lagi, pada sektor pangan strategis terutama dalam menyambut perayaan Hari Besar Keagamaan yaitu Natal dan Tahun Baru.

Hal ini diungkapkan Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman dalam beberapa kesempatan, Mentan mengatakan, ketersediaan pangan utama mutlak di jaga di seluruh wilayah Indonesia.

“Kondisi Negara kita saat ini tidak dalam kondisi biasa biasa saja, namun menghadapi elnino yang cukup hebat yang diperkirakan bisa sampai awal tahun 2024. Kita memasuki fase Elnino Gorilla dimana kondisi kekeringan akan berlanjut dengan curah hujan dibawah normal. Oleh karena itu Kita harus bergerak cepat dan memastikan kondisi ketersediaan pangan khususnya padi, aneka cabai dan bawang merah serta bahan pangan lainnya tersedia,” ungkap Andi Amran Sulaiman, Selasa (26/12/2023).

Direktur Jenderal Hortikultura Prihasto Setyanto menjelaskan bahwa kondisi ketersediaan pangan khususnya bawang merah dan aneka cabai masih kondisi aman.

“Saat ini kondisi bawang merah di lapangan ada yg sementara panen, panen dan bahkan ada yang baru tanam, sehingga pertanaman dan ketersediaan aman. Begitupun halnya untuk aneka cabai kondisi lapangan ada yang lagi panen dan tanam. Harga di tingkat petani memang bervariasi khususnya cabai merah di harga kisaran Rp. 45.000 – 50.000,” ungkapnya.

Baca Juga :   Ini Dia Cara Pencegahan Covid-19 Untuk Para Petani

Anton menambahkan bahwa kondisi Elnino Gorilla saat ini memang menjadi salah satu faktor pembatas terkait dengan kondisi pertanaman di lapangan.

“Saat ini beberapa lokasi ada serangan OPT seperti serangan ulat daun dan thrips pada bawang merah serta serangan Antraknosa/bercak buah, virus kuning melanda pada beberapa lokasi penyangga cabai dan bawang merah nasional,” ungkapnya.

Mengatasi hal tersebut, Plt.Sekjen Kementan itu menjelaskan bahwa langkah preventif dan kuratif sudah dilakukan dengan kegiatan gerakan pengendalian hama.

“Ya gerdal itu sudah kita lakukan sekitar 6.800 Ha, Penerapan PHT di 145 kelompok dan penanganan fasilitasi dampak perubahan iklim berupa sumur dalam, sumur dangkal, pompa air, irigasi sederhanana, pipanisasi. Alhamdulillah masih dapat tertangani dengan baik di lapangan,” ungkapnya.

Berdasarkan pengamatan di lapangan ditemukan adanya serangan OPT seperti thrips dan antraknosa pada tanaman cabai.

Baca Juga :   Mau Budidaya Ikan Gurame, Simak Cara Perawatannya Di Sini

Lebih lanjut, pengendalian langsung dilakukan melalui kuratif sekaligus preventif bagi pertanaman yang masih eksisting di lapangan.

Tim bergerak cepat melakukan Gerakan Pengendalian (Gerdal) Pemberian Agen Pengendali Hayati (APH) bekerja sama dengan IP3OPT wilayah Maros turun tangan untuk menfasilitasi pemberian trichoderma, PGPR dan POC.

Jekvy menambahkan bahwa penambahan Trikompos yang sudah matang dengan dosis 5-10 ton per ha menjadi hal yang segera diimplementasikan oleh para kelompok tani.

Muh. Shaleh, ketua kelompok tani sejati yang juga merupakan petani milenial kecamatan cenrana saat di temui di lapangan tepatnya di Desa Cenrana Baru Kec Cenrana menjelaskan bahwa di wilayahnya saat ini fokus pada budidaya aneka cabai khususnya cabai besar kurang lebih 30 Ha.

“Saat ini kondisi pertanaman cukup bagus, tingkat serangan OPT terkendali khususnya antraknosa dan busuk buah. Kelompok kami baru panen ke 4 sehingga kami berharap ketersediaan aneka cabai aman sampai Natal dan Tahun Baru” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.