Vanili Organik Lombok Diburu Buyer Asing

oleh -14 views
vanili NTB
Tanaman Vanili - (Panennews.com/Istimewa)

Panenews.com – Para buyer (pembeli) dari lima negara berharap bisa memasok produksi vanili organik yang ada di Lombok, Nusa Tenggara Barat.

Permintaan vanili selama ini dinilai cukup tinggi. Sayangnya permintaan vanili dari negera-negara tersebut tak sebanding denga produksi yang dihasilkan dari petani vanili Lombok.

Salah satu eksportir vanili Lombok Mohir mengungkapkan, permintaan dari buyer AS untuk bisa dikirimkan sebanyak-banyaknya tidak bisa terpenuhi karena komoditi yang diproduksi masih sangat rendah.

Ia mencontohkan dalam tahun lalu saja hanya mampu 6 ton vanili kering. Ia juga mengaku beberapa buyer sudah mengajukan permintaan diantaranya, dari Australia yang mengajukan permintaan 1 kontainer atau sekitar 20 ton melalui Kementerian Pertanian. Selain itu ada pesanan dari Kanada, Malaysia, Jerman, Singapura.

Baca Juga :   Cuaca Bagus, Produksi Garam di Pati Melimpah Tahun ini

Mohir melanjutkan permintaan vanili dari Jerman dalam bentuk powder (bubuk) vanili. adapun dari Malaysia permintaan vanili bean. Ia menjelaskan bahwa jika di penuhi dirinya akan mengalami kesusahan karena skalanya yang cukup besar.

“Tingginya permintaan vanili organik Lombok ini karena kualitas vanili Lombok, bisa saja karena kepercayaan setelah NTB sudah melakukan ekspor dan sudah memiliki sistem, atau bisa juga karena promosi-promosi dari berbagai stakeholder, termasuk bisa juga karena publikasi media,” ujarnya.

Menurut Mohir, guna mendorong produksi vanili organik perlu dilakukan dengan penambahan kemitraan dengan petani vanili di Wilayah Tanjung dan Rempek Lombok Utara.

Baca Juga :   Harga Vanili Rendah, Petani Kesulitan Cari Pembeli

Untuk eksisting produksi di kaki Rinjani di wilayah Lombok Timur. Di wilayah ini ada tercatat 400 hektar bisa dikembangkan selanjutnya ada pola kerjasama dengan petani.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.