Panennews.com – Sekretaris Dirjen Perternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, drh. Makmun, M.Sc menjelaskan, penyebaran PMK secara nasional masih terjadi penyebarannya sudah masuk ketegori terkendali, namun sudah jauh menurun.
Sebelumnya bisa mencapai ribuan ekor per hari, namun saat ini sudah turun jadi ratusan ekor saja per hari.
“Dinyatakan bebas PMK saat ini memang belum. karenan kasusnya masih ditemukan di sejumlah daerah. Termasuk di NTB, kasus PMK masih ada.
Sementara untuk bisa dinyatakan bebas PMK, itu butuh waktu tiga tahun sejak PMK tidak ditemukan lagi,” kata Makmun akhir pecan lalu di Lombok Timur.
Dikatakan, secara nasional ditargetkan, Indonesia bebas PMK sebelum tahun 2030 dan butuh waktu panjang. Namun upaya kearah itu sudah dilakukan. Di mana saat ini pemerintah pusat tengah mengupayakan bebas PMK per pulau. Jadi pulau-pulau yang ada kasus PMK ditangani secara intensif, agar kasus PMK bisa nol.
“Cara yang bisa dilakukan slah satunya, dengan mengintensifkan kegiatan vaksinasi PMK bagi ternak-ternak yang ada. Karena PMK itu virus sama dengan Covid-19 yang hanya bisa dilawan dengan vaksinasi. Bebas PMK ternak harus divaksin secara lengkap, dosis satu dan dua,” ujarnya.
Ia menambahkan untuk tahun ini untuk vaksin PMK, pemerintah pusat telah menyiapkan alokasi vaksin sekitar 38 juta dosis.
Kementan tengah mengembangkan vaksin PMK lokal. Dengan demikian upaya pemenuhan kebutuhan vaksin PMK kedepan akan jauh lebih mudah.