KWT Flamboyan Kini Kembangkan Sayuran Hidroponik

oleh -113 views
Sri Rahayu, Ketua KWT Flamboyan
Sri Rahayu, Ketua KWT Flamboyan - Foto : Panen News/Amar

Panennews.com – Lahan yang sempit di perkotaan tak membuat sebagian orang pesimis untuk memanfaatkannya. Ada banyak cara untuk dapat bercocok tanam dan berkebun walaupun lahan yang ada tidaklah luas.

Hal itulah yang dilakukan Sri Rahayu (48), Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Flamboyan yang berada di Rusunawa Flamboyan, Cengkareng, Jakarta Barat, yang kini sedang mengembangkan tanaman sayuran hidroponik.

Saat ditemui Panen News di pekarangan hidroponiknya, Selasa (21/7), Rahayu mengutarakan bahwa memanfaatkan lahan sempit sangatlah penting untuk menanam sayuran dan tanaman yang lain.

Ia mengaku bahwa dirinya dan sekitar 20 anggota lainnya kini memaksimalkan lahan yang ada dengan menanam sayuran seperti tanaman bayam batik, pakcoy, samhong, dan lainnya dengan cara hidroponik.

Baca Juga :   Tips Merawat Bunga Anggrek Agar Tumbuh Maksimal

“Kegiatan yang kami lakukan dengan cara hidroponik dan beberapa menanam di media yang lain seperti kangkung” jelasnya.

Rahayu melanjutkan bahwa penanaman sayuran hidroponik ini merupakan kegiatan rutin bersama anggotanya dari satu tahun yang lalu.

Untuk masa panen dari tanaman tersebut, Rahayu menjelaskan, berkisar sampai dengan 20 hari. Setelah sayuran itu dipanen, maka warga sekitar dapat membelinya.

“Hasil panen kami jual ke warga, sebagian warga banyak yang suka karena sayuran yang dihasilkan murni organik” terangnya.

Pada bulan lalu saja, Rahayu dan anggotanya dapat memanen beragam sayuran sekitar 70 netpot atau sekitar 15 kg dan menjualnya berkisar antara Rp. 3.500 – 5.000 rupiah per-netpot.

Baca Juga :   5 Fakta Unik Kopi Kelas Premium Dari Kemanunggalan TNI AU Dengan Masyarakat

“Sekarang warga juga bisa langsung beli dari netpotnya, jadi kondisi sayuran masih segar” jelasnya.

Rahayu menjelaskan bahwa sebagian sayuran tersebut ditanam dengan bimbingan teknis dari Dinas terkait yang berada di Jakarta Barat. Adapun perlengkapan instalasi hidroponik, media, bibit, maupun pupuk sebagian difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) Provinsi DKI Jakarta.

“Instalasi hidroponik ini kami dapat dari Dinas” pungkasnya.

Komentar