Tetap Mendominasi, Lada Lampung di Pasar Ekspor

oleh -5 views
Ekspor Lada Lampung
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Lampung mencatat provinsi Lampung masih menjadi pengekspor lada utama dibandingkan dengan daerah lain.

Dari sistem IQFAST (Indonesian Quarantine Full Automation System) berupa data sertifikasi ekspor Karantina Pertanian Lampung, ekspor lada pada periode Januari sampai Mei tahun ini meningkat sebesar 57% atau naik sebanyak 2.062 ton dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang hanya sebesar 3.606 ton.

“Lada yang diekspor ini telah melalui serangkaian tindakan karantina, sehingga dapat dipastikan sehat dan aman sesuai persyaratan teknis negara tujuan,” kata Muhammad Jumadh, Kepala Karantina Pertanian Lampung saat melakukan monitoring tindakan karantina terhadap 25 ton lada Lampung dengan tujuan ke Vietnam, Kamis (11/6).

Baca Juga :   Cerita Lada dan Suburnya Tanah Lampung

Menurut Jumadh, pihaknya di tahun 2019 mensertifikasi ekspor lada sebesar 15,6 ribu ton. Dibandingkan catatan diwilayah kerja Karantina Pertanian lainnya, masing-masing Tanjung Priok (12,3 ribu ton), Makassar (6,7 ribu ton), Surabaya (4,6 ribu ton) dan Pontianak sebanyak 3,9 ribu ton.

Secara ragam, komoditas lada diekspor dalam bentuk lada biji, bubuk baik lada putih maupun lada hitam. Adapun pasar ekspor pelanggannya adalah Vietnam, India, China, Amerika, Jerman, Rusia, Jepang dan Prancis, imbuhnya.

Lada merupakan komoditas yang tergolong pangan segar asal tumbuhan (PSAT) yang memiliki banyak variabel kontrol keamanan pangan yang dipersyaratkan oleh negara tujuan, sehingga karantina bersama eksportir melakukan kontrol serta pengawasan dan pengujian laboratorium guna memenuhi persyaratan sanitary and phytosanitary tersebut.

Baca Juga :   Mentan Syahrul Dorong Provinsi Kalteng Kembangkan Food Estate

Seperti melakukan pengujian laboratorium terhadap serangga dan monitoring fumigasi sebelum komoditas diberangkatkan. “Selain melakukan tugas tindakan karantina ini, kamipun melalukan bimbingan persyaratan teknis bagi petani atau pelaku usaha. Agar dapat lebih lancar dalam memasuki pasar ekspor,” jelas Jumadh lagi. [*]

Komentar