Ditangan Petani Muda Cilacap Ini, Benih Gendot Jadi Laris

oleh -400 views
Benih Genjer
Dok. Kementan

Panennews.com – Berawal dari keinginannya untuk menjadikan komoditas asal sub sektor hortikultura, gendot sebagai sayuran yang dikenal masyarakat, Rizal mencoba membudidayakannya di tahun 2018.

Upayanya terbilang sederhana, petani muda asal Cilacap ini, mengambil biji yang sudah tua kemudian dikeringkan. Ternyata benih yang dia produksi berhasil tumbuh subur dan mulai banyak permintaan dari sekitarnya. Tidak lebih dari 2 tahun upayanya inipun kini telah membuahkan hasil.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Cilacap mencatat frekwensi pengiriman benih gendot atau bagi sebagian masyarakat menyebutnya dengan genjer ini menunjukan tren meningkat. Pada tahun 2019, Rizal baru dapat mengirimkan 2 kali benihnya dengan tujuan Sumatera saja, dan kini selama Januari hingga pertengahan Mei tahun 2020 sudah 37 kali. Tujuan pengiriman antar areanya pun sudah mulai merambah ke Kalimantan dan Nusa Temggara Timur.

Baca Juga :   Menteri Edhy Optimistis Tambak Udang Vaname Bisa Menjadi Pengungkit Ekonomi Nasional

“Tumbuhnya pelaku usaha dibidang agribisnis menjadi salah satu program yang kami galakkan. Hal ini sejalan dengan Gerakan Tigakali Lipat Ekspor yang di gagas Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red), ” kata Puji Hartono, Kepala Karantina Pertanian Cilacap saat menyerahkan sertifikat karantina kepada Rizal di kantornya (20/5).

Sebanyak 250 gram biji gendot ini telah diperiksa dan dijamin kesehatan dan keamanannya oleh pejabat karantina dan dapat dilalulintaskan ke Kabupaten Kampar, Riau.

Menurut Puji, benih gendot sebagai media pembawa hama dan penyakit tumbuhan ini telah dinyatakan bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT).

Ia juga mengapresiasi Rizal yang telah patuh karantina dengan melaporkan produk pertanian kepada pihaknya. “Rizal telah turut membantu menjaga kelestarian sumber daya alam hayati kita. Potensi tersebarnya hama penyakit tidak saja pada tumbuhan namun hewan juga sangat besar saat dilalulintaskan,” imbuh Puji.

Baca Juga :   Wakil Ketua Komisi IV Ajak Masyarakat Hargai Jerih Payah Petani

“Awalnya memang belum mengenal Karantina Pertanian dan sempat ragu untuk mendatangi kantor Karantina Pertanian karena sudah terbayang alur birokrasinya, namun ternyata sangat mudah dan malah rutin mengunjungi karantina,” aku Rizal.

Rizal menambahkan, dengan mengunjungi kantor layanan karantina pertanian Cilacap dirinya kini dapat mengakses informasi terkait peta potensi ekspor asal daerahnya.

“Ada aplikasi potensi ekspor yang bisa di akses langsung. Saya berpikir untuk mencari market gendot di luar negeri. Dan ternyata banyak komoditas pertanian disekitar tempat tinggal saya yang sudah punya pasar ekspornya,” jelas Rizal. [*]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.