Mudahkan Petani, Semarang Wujudkan Pertanian Modern Dengan Teknologi

oleh -4 views
Petani Dok. Kementan
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Pemerintah Kota Semarang bekerja sama dengan Badan Riset Inovasi Nasional (BRIN) mendorong pertanian modern, dengan pemanfaatan teknologi yang memudahkan petani.

Hal itu disampaikan Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu, usai melakukan panen Demfarm Budi Daya Padi Organik dan Farmer Field Day, di Kelurahan Tambangan, Kecamatan Mijen, Rabu (08/05/2024).

Menurutnya, kerja sama dengan BRIN akan dimulai dengan penelitian terkait pengembang Kebun Raya di Tinjomoyo.

“Pertama soal Kebun Raya di Tinjomoyo, Pemkot Semerang akan mengajak BRIN untuk melakukan riset-riset teknologi,” ujarnya.

Disampaikan, hutan wisata Tinjomoyo yang memiliki luas kurang lebih 57 hektare akan diubah menjadi Kebun Raya. Koordinasi dengan BRIN telah terjalin, bahkan hutan wisata Tinjomoyo rencananya akan menjadi pusat riset dan penelitian botani di Kota Semarang.

Baca Juga :   Gibran Sebut Pupuk Jadi Kunci Tingkatkan Produktivitas Pertanian

Tak hanya itu, lanjut Ita, bentuk kerja sama lainnya dengan BRIN, yaitu pemanfaatan aset di Balai Benih Pertanian dan Balai Benih Perikanan di Mijen.

“Kami ingin ada sinergi. Pemkot mewadahi, sehingga apa yang petani ini butuhkan bisa di-support melalui hasil penelitian untuk menemukan alat-alat yang modern. Harapannya, ini bisa menciptakan pertanian modern,” kata dia.

Pada kesempatan tersebut, juga dilakukan panen padi jenis Inpari bersama Masyarakat Pertanian Organik Indonesia (Maporina) dan Kelompok Tani Ayem Tenang, di sawah seluas 5 hektare.

Baca Juga :   Tinjau Balai Penelitian Tanaman Padi Di Subang, Presiden Pastikan Ketersediaan Pangan

Ia menyebut, di lahan pertanian seluas 5 hektare itu, belum semua petani menanam padi secara organik. Sehingga, ia mendorong agar tercipta pangan sehat dengan pengembangan padi organik, sekaligus untuk menjaga ketahanan pangan.

“Kita tahu bahwa saat ini ketahanan pengan tengah menjadi isu nasional, sehingga untuk menjaganya kita butuh teknologi ditengah sektor pertanian Indonesia” imbuh dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.