Harga Gabah Di Pidie Jaya Menguat, Capai Hingga Rp6300 Per-Kilo

oleh -15 views
Dok. Kementan
Dok. Kementan

Panennews.com – Dalam beberapa pekan terakhir, harga gabah kering panen di Pidie Jaya telah mengalami peningkatan menjadi Rp6.300 per kilogram, naik dari Rp6.000 per kilogram sebelumnya.

Kenaikan harga ini disambut baik oleh petani, meskipun mereka berharap agar harga tetap stabil setidaknya pada level tersebut. Penyebab dari peningkatan harga ini disebabkan oleh serangan hama wereng dan sebagian gabah digerayangi tikus.

Beberapa petani mengakui bahwa kenaikan harga gabah memberikan sedikit kelegaan bagi mereka. Mereka menyadari bahwa jika harga jual gabah berada di bawah Rp6.300 atau bahkan sekitar Rp6.000 per kilogram, usaha pertanian mereka akan mengalami kerugian.

Hal ini disebabkan oleh biaya produksi yang tinggi, termasuk harga benih, pupuk, dan pestisida yang mahal.

Baca Juga :   Luas Panen dan Produksi Padi 2023 di NTB Mengalami Peningkatan

Sebagai contoh, harga benih padi mencapai Rp100.000-Rp110.000 per sak (isi 5 kg), sementara biaya untuk pengendalian hama dan penyakit juga cukup tinggi.

Selain itu, para petani juga mengeluhkan keterbatasan pupuk bersubsidi di kios-kios, yang terkadang tidak tersedia atau jumlahnya dibatasi.

Seorang pedagang gabah terbesar di Meureudu, Adi, menyatakan bahwa harga gabah saat ini sekitar Rp6.300 per kilogram dan dapat naik hingga Rp6.000 per kilogram jika cuaca mendukung. Dia hanya mengambil gabah untuk keperluan bisnisnya sendiri.

Selain itu, Kadis Pertanian Pangan (Distanpang) Pidie Jaya, drh Muzakkir Muhammmad, menjelaskan bahwa luas panen gabah mencapai lebih dari 9.000 hektare tersebar di berbagai kecamatan. Namun, produksi rata-rata sedikit menurun akibat serangan hama wereng batang coklat (WBC) dan tikus.

Baca Juga :   Petani Di Kota Malang, Cegah Hama Tikus Tanaman Padi Dengan Dedak

Muzakkir juga menyoroti pentingnya petani menggunakan varietas gabah yang direkomendasikan oleh Distan, untuk mengurangi risiko serangan hama dan penyakit.

“Kami mengingatkan petani untuk mengikuti keputusan yang telah disepakati dalam rapat musyawarah turun ke sawah, serta tidak melepaskan ternak” ujar Muzakkir, Kamis (09/05/2024).

Pemantauan wartawan juga menunjukkan bahwa kios-kios penampung gabah di berbagai kawasan di Pidie Jaya selalu ramai dikunjungi oleh para petani, yang kemudian gabah tersebut dijual ke pedagang lain di beberapa kabupaten di Aceh. Adi sendiri berhasil mengumpulkan rata-rata 30 ton gabah per hari.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.