Jaga Paru-Paru Dunia, Kemenko Marves Siap Terjun Kelola Mangrove

oleh -31 views
ilustrasi mangrove
Ilustrasi Hutan Mangrove - Foto : Pexels

Panennews.com – Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Ad Interim, Erick Tohir sampaikan Indonesia siap untuk berbagi pengalaman pengelolaan dan pelestarian mangrove.

Pasalnya, dalam pengelolaan mangrove ini mempunyai peran signifikan dalam pengendalian perubahan iklim dunia.

Hal tersebut disampaikannya pada kegiatan COP28 bertajuk ‘Delivering Global Action On Mangrove Restoration And Protection’ di Dubai pada Senin (18/12/2023).

“Mangrove sangat penting bagi Indonesia mengingat manfaatnya bagi lingkungan dan masyarakat, serta kemampuannya memperkuat ketahanan pesisir. Sebagai solusi berbasis alam, mangrove turut serta dalam mengendalikan perubahan iklim dengan berperan sebagai paru-paru dunia melalui penyerapan dan penyimpanan karbon biru,” tutur Menko Ad Interim Erick Tohir.

Dirinya menambahkan bahwa mangrove memberikan sejumlah manfaat di antaranya perlindungan pantai, keanekaragmaan hayati yang tinggi, manfaat ekonomi bagi masyarakat melalui ekowisata dan penetapan harga karbon.

Baca Juga :   Pemerintah Larang Konsesi 65 Juta Hektar Lahan Hutan dan Gambut

“Kemampuan ekosistem mangrove dalam menyerap dan menyimpan karbon dengan kepadatan yang melebihi hutan tropis telah menarik perhatian dunia. Di Indonesia saja, ekosistem mangrove mampu menangkap 3,3 GigaTon CO2,” imbuh Erick.

Angka tersebut menurut Erick, setara dengan 3,36 juta Ha kawasan mangrove dengan potensi valuasi ekonomi mencapai USD 16,5 Juta.

Selain itu, Dirinya juga menerangkan bahwa sejak tahun 2020, Indonesia telah menanam lebih dari 265 juta mangrove.

“Menciptakan inovasi dan pendanaan berkelanjutan sangatlah penting. Dalam hal investasi, minat masyarakat terhadap ekosistem karbon biru berpotensi mencapai 10 juta Dolar Amerika yang berasal dari korporasi dan investor,” ungkap Erick.

Baca Juga :   Program Perhutanan Sosial, Tingkatkan Kesejahteraan Petani

Menko Marves Ad Interim juga menyampaikan bahwa mulai tahun ini akan dilakukan percepatan restorasi 75 ribu Ha lahan mangrove dan konservasi seluas 400 ribu Ha yang ditargetkan selesai pada 2024.

“Bisnis yang produktif dan berkelanjutan memiliki peran vital dalam menciptakan mekanisme pasar jangka panjang untuk mebuktikan bahwa mangrove lebih bernilai saat hidup dibandingkan saat rusak,” ungkapnya.

Dirinya mencontohkan bahwa Indonesia telah mendirikan 30 pusat pembibitan untuk mendukung restorasi mangrove, antara lain G20 Mangrove Showcase di Bali.

“Kami berharap dapat berkolaborasi dengan banyak pihak untuk memastikan masa depan yang berkelanjutan bagi dunia kita, untuk saat ini dan juga di masa depan melalui pengelolaan mangrove,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.