Garut, Penghasil Pati Berkualitas Tinggi

oleh -250 views
Garut
Foto : Adobe Stock

Panennews.com – Garut merupakan tanaman yang sering ditemui di daerah pedesaan, ia sering dikonsumsi masyarakat sebagai pengganti nasi, namun tidak pernah menjadi makanan pokok. Mengkonsumsi tanaman ini perlu diolah terlebih dahulu.

Nama latinnya adalah Maranta arundinacea. Ia termasuk dalam tanaman ternak yang menghasilkan umbi. Umbinya dapat dikonsumsi dengan mengambil sari patinya. Ia merupakan tanaman berbatang tegak, dengan rimpang uang berdaging, warnanya berkisar dari putih hingga kemerahan.

Bunganya berbentuk majemuk, dengan daun tangkai yang panjang, berbentuk seperti pelepah. Umbinya sendiri menghasilkan pati yang halus dan berkualitas tinggi, sehingga sering dihargai dengan mahal. Kandungan karbohidratnya juga tinggi, dan menjadi alternatif menggantikan tepung.

Baca Juga :   Direktur IFAD: Kementan dan IFAD Prioritaskan Kesejahteraan Petani

Masa panen garut dilakukan dua kali setahun. Pertama ketika ia masih muda, berusia sekitar 6 bulan. Umbinya yang masih kecil bisa dikonsumsi untuk dijadikan keripik, Sedangkan panen kedua, dilakukan ketika berumur 8-12 bulan untuk diambil sari patinya.

Tanaman ini dapat tumbuh subur dengan kondisi tanah yang baik. ketinggian wilayah agar ia bisa tumbuh dengan maksimal berada di kisaran 0 sampai 1000 meter, yakni dataran rendah hingga sedang. Apabila tanah kurang subur, ia masih mampu berkembang dengan baik.

Baca Juga :   Kementan Bersyukur Sektor Pertanian Tetap Berkontribusi Positif Sepanjang 2020

Pati dari garut bisa diolah untuk berbagai macam makanan, dari kue, jenang, serta olahan lain. karena mudah dicerna oleh usus, ia sering direkomendasikan untuk dikonsumsi pasien yang baru sembuh dari sakit.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.