Pakar UGM Wacanakan Sistem Pertanian Presisi untuk Atasi Petani Kecil

oleh -3 views
ilustrasi sawah
Ilustrasi Sawah - Foto : Pexels

Panennews.com – Di dunia, diperkirakan ada sekitar 1,3 miliar petani kecil yang menyediakan lebih dari 80% pangan yang dikonsumsi di negara berkembang. Mereka menjadi bagian penting dalam ketahanan pangan global. Sistem pertanian peternakan presisi dapat membantu petani kecil.

Hal itu dipaparkan Prof Fransiskus Trisakti Haryadi, saat dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam Bidang Ilmu Sosial Ekonomi Peternakan pada Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM), Selasa (13/2/2024) lalu.

Trisakti menuturkan, bagi para petani peternak, pertanian termasuk peternakan merupakan sumber mata pencaharian utama. Namun, terdapat beberapa tantangan yang menghalangi mereka untuk mengubah pertanian atau peternakan menjadi sumber mata pencaharian yang layak dan berkelanjutan.

“Petani peternak kecil menjadi pihak yang kurang beruntung karena produktivitas dan hasil pertanian dan peternakan yang masih rendah, kurangnya akses terhadap input, kredit, dan pasar. Mereka juga sangat rentan terhadap guncangan seperti peristiwa cuaca ekstrem yang kini semakin sering terjadi akibat perubahan iklim terutama di daerah tropis,” ujarnya.

Baca Juga :   Libatkan Petani Muda, HIPMI Dukung Kementan Perkuat Produksi Pertanian

Menurut dia, sistem petani kecil secara historis mampu beradaptasi terhadap perubahan lingkungan dan sosial ekonomi karena memiliki berbagai kapasitas adaptasi seperti pengetahuan, jaringan, dan teknik pengelolaan.

Namun seiring perubahan zaman, kebutuhan sektoral yang juga berubah dan ketergantungan pada tanda-tanda alam yang bersifat asumtif menjadi tidak memadai, sekaligus menimbulkan risiko karena situasi ketidakpastian

“Pada saat itulah inovasi teknologi dibutuhkan untuk menjembatani kesenjangan tersebut. Dengan akses informasi yang lebih baik, maka peternak akan mudah memperoleh informasi pasar untuk bisa mendapatkan informasi harga terbaik dan juga produk-produk yang dibutuhkan pasar,” imbuhnya.

Baca Juga :   PLTU Tanjung Jati B Jepara Didemo Petani, Ini Alasannya

Selain informasi pasar, peternak akan mudah mendapatkan informasi iklim dan berbagai penyakit sehingga pengelolaan bencana dan risiko juga menjadi lebih baik.

Peternak, kata Trisakti, juga lebih mudah mengakses layanan penyuluhan terutama terkait dengan layanan teknologi tepat guna sehingga dapat menghasilkan produksi yang lebih baik pula.

Untuk itulah, Trisakti mewacanakan penerapan konsep pertanian/peternakan presisi (precision livestock farming) yang muncul di Amerika Serikat pada awal 1980-an. Praktik ini memungkinkan petani kecil untuk menggunakan sumber daya mereka yang terbatas secara lebih efektif dan efisien.

“Solusi peternakan presisi yang tepat untuk peternak kecil dapat membantu mengatasi berbagai persoalan dengan memungkinkan generasi penerus keluarga petani peternak kecil untuk mengambil keputusan menjadi peternak dengan menggunakan konsep dan peralatan peternakan yang lebih modern,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.