Kabupaten Pasuruan, Jadi Daerah Penjualan Gabah Terbanyak Di Jatim

oleh -9 views
Dok. Kementan
Dok. Kementan

Panennews.com – Dari hasil Survei Harga Produsen Gabah (SHPG) tahun 2023, jumlah observasi transaksi penjualan gabah terbanyak di Provinsi Jawa Timur berasal dari Kabupaten Pasuruan.

Adapun data ini dengan 265 observasi, diikuti oleh Kabupaten Lumajang 240 observasi, dan Kabupaten Ngawi dengan 228 observasi.

Mengutip laman Badan Pusat Statistik Provinsi Jawa Timur (BPS Jatim), dalam laporan Statistik Harga Produsen Gabah Provinsi Jawa Timur 2023, tercatat wilayah dengan jumlah observasi transaksi penjualan gabah terendah adalah Kabupaten Mojokerto dan Kabupaten Blitar masing-masing dengan 144 observasi.

Baca Juga :   Barantan Semarang Dorong Ekspor Lada Putih Ke Sejumlah Negara

Kepala BPS Jatim, Zulkipli menerangkan, jika dilihat dari jumlah observasi harga gabah yang diperjualbelikan dengan kualitas Gabah Kering Giling (GKG) selama tahun 2023.

“Mayoritas berasal dari Kabupaten Kediri dengan jumlah sebanyak 127 observasi atau 46,69 persen, diikuti oleh Kabupaten Nganjuk sebanyak 68 observasi atau 25,00 persen” ujar Zulkipli, di Jawa Timur, Kamis (15/02/2024).

Sedangkan jumlah observasi harga gabah dengan kualitas Gabah Kering Panen (GKP) mayoritas dari Kabupaten Ngawi sebanyak 225 observasi atau sama dengan 9,82 persen.

Baca Juga :   Capai Target PSR, Kementan Sinergi Dengan Multistakeholders Kelapa Sawit

Lebih lanjut, Kabupaten dengan jumlah observasi terbanyak kedua adalah Kabupaten Ponorogo dengan 218 observasi atau dengan persentase sebesar 9,51 persen.

“Jika dilihat dari gabah dengan kualitas rendah, mayoritas observasi berasal dari Kabupaten Pasuruan sebanyak 226 observasi atau sama dengan 27,20 persen. Posisi kedua adalah Kabupaten Madiun dengan 151 observasi atau sebesar 18,17 persen” tutup Zulkipli.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.