Komisi IV Sebut Pentingnya Edukasi Bagi Pembudidaya Ikan KJA

oleh -19 views
IMG_0071
Anggota Komisi IV DPR RI Foto : Tiara/nr

Panennews.com – Anggota Komisi IV DPR RI Slamet menilai pentingnya dilakukan edukasi bagi masyarakat pembudidaya ikan Keramba Jaring Apung (KJA) di Waduk Cirata, Jawa Barat.

Ia menilai perlunya strategi secara komprehensif dan melibatkan semua pihak dengan tujuan penyelamatan dan pelestarian, termasuk upaya pelestarian keanekaragaman hayati di tengah ancaman yang dapat menimbulkan kerusakan terhadap keanekaragaman hayati.

“Masalah edukasi kepada pembudidaya ikan itu penting karena mereka berpikir semakin banyak punya keramba, semakin banyak uang yang dihasilkan. Padahal dari sisi hasil produksi ada titik jenuh dan titik optimal yang harus dipenuhi. Kondisi Waduk Cirata ini sudah melebihi titik optimal bahkan ada pada titik kritis, hingga menyebabkan bukan hanya turunnya hasil produksi tapi juga masalah lain terkait dengan pencemaran lingkungan. Ini menjadi lebih rumit dan harus diselesaikan secara komprehensif,” jelas Slamet dalam Kunjungan Kerja Reses Komisi IV DPR RI ke Waduk Cirata, Kecamatan Cirata, Kabupaten Cianjur, Provinsi Jawa Barat, Kamis (20/07/2023).

Baca Juga :   Kabupaten Blora, Targetkan 790 Ribu Kilogram Perikanan Budidaya Di Tahun 2024

Lebih lanjut, Politisi Fraksi PKS itu mendorong Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) membuat suatu penyelesaian agar bagaimana dapat mengelola pencemaran yang berasal dari limbah pakan akibat budidaya ikan KJA tersebut. Di samping perlu juga menyadarkan petambak dan pembudidaya KJA.

“Harus ada sinergi dalam memberi pemahaman serta disiapkan skill sebagai bagian dari upaya penyelamatan waduk Cirata terhadap pencemaran lingkungan. Mudah-mudahan ada suatu pilot project untuk menyelesaikan persoalan,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Slamet mendorong adanya sinergitas dan koordinasi Pemda dan Kementerian terkait, dalam upaya pencegahan serta pengendalian pencemaran dan kerusakan lingkungan Waduk Cirata.

Baca Juga :   KKP Segel 4 Ton Ikan Salem Impor Asal Tiongkok Di Banjarmasin

“Karena itu masalahnya bukan hanya masalah produktifitas, kalau petambaknya kan hanya melihat produksi yang turun, tidak maksimal. Padahal masih banyak masalah lingkungan lain yang ditimbulkan, masalah lingkungan ada, sosial ada, masalah pakan ada maka ini harus segera diselesaikan,” tandasnya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.