Program Lahan Rawa Kementan, 302 Hektare Padi Di Banyuasin Siap Panen

oleh -7 views
download (42)
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) memastikan perkembangan optimasi lahan (Opla) rawa mineral di Desa Srimenanti, Kecamatan Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Daerah ini memiliki lahan rawa mineral yang telah dilakukan optimasi seluas 302 Ha sebagai hasil dari program Perluasan Areal Tanam (PAT) dan siap panen pada minggu ini.

Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Ali Jamil menjelaskan, lahan yang dikelola oleh Kelompok Tani Sumber Rejeki 1 dan Kelompok Tani Sumber Rejeki 2 ini semula ditanami padi (IP 100) biasanya dilanjutkan dengan penanaman jagung. Namun setelah adanya optimasi lahan maka dapat dilakukan penanaman padi dua kali (IP 200).

“Setelah panen padi di bulan Juni ini langsung dilakukan percepatan tanam padi kembali sehingga menjadi IP 300. Penanaman padi di lokasi ini menggunakan varietas inpari 42, “ungkap Ali Jamil usai meninjau lokasi Opla, Selasa (11/06/2024).

Baca Juga :   Komisi IV Menilai Soal Harga Kedelai Bukan Urusan kementan

Ali Jamil berharap, ketersediaan alsintan berupa traktor roda 4 yang sudah dialokasikan ke Poktan2x ini atau yang melalui UPJA dapat dioptimalkan untuk mengolah lahan.

Sementara untuk SID yang sudah selesai clear and clean dilakukan percepatan pelaksanaan konstruksi optimasi lahan rawa nya, olah lahan dan tanam untuk mengejar pertanaman.

“Jadi ini terlihat peningkatan indeks pertanaman, penambahan areal tanam pada areal opla di Sumsel ini yang pertama akan panen. Kami sangat mengapresiasi kerja keras dari seluruh pihak sehingga kegiatan optimasi lahan di daerah ini dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat besar untuk peningkatan Indeks Pertanaman,” kata Ali Jamil.

Ali Jamil menambahkan, di tempat-tempat lain khususnya di Provinsi Sumsel juga sedang berproses memperbaiki saluran-saluran air. Selain itu, juga penyiapan lahan harapannya segera menambah areal tanam.

Baca Juga :   Keuntungan Pola Tanam Polikultur sebagai Solusi Keterbatasan Lahan

“Di lokasi ini dilakukan perbaikan pintu-pintu air dan normalisasi saluran, pembuatan tanggul-tanggul dan percepatan pengolahan tanam dengan alsintan,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Pertanian (Mentan) Amran mengatakan, salah satu sasaran utama optimasi lahan rawa yang dilakukan di Sumsel yakni meningkatkan indeks pertanaman yang masih rendah yakni dari 1 menjadi 3 kali dalam setahun. Sehingga kedepan ada tambahan produksi beras sebesar 1 hingga 2 juta ton khusus dari Provinsi Sumsel.

“Dan ini bisa menyelesaikan 30 persen persoalan negara masalah impor, hanya dari Sumatera Selatan saja, jadi lokasi yang sedang kita kembangkan di Sumsel ini akan menjadi salah satu daerah penyangga pangan nasional,” ucap Mentan Amran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.