Genjot Produksi Susu, Kementan Tingkatkan Lagi Populasi Sapi Perah

oleh -5 views
Sapi-susu
Foto : Pexels.com

Panennews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) terus mendukung Balai Besar Pembibitan Ternak Unggul dan Hijauan Pakan Ternak (BBPTU-HPT) Baturraden sebagai Center of Excellence persusuan nasional.

Hal ini disampaikan oleh Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Nasrullah, dalam kunjungannya bersama Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Hilirisasi Peternakan Ali Agus dan Programme Management Advisor to The Minister, Christopher John Summers, di Kabupaten Banyumas, Selasa (11/06/2024).

“BBPTU-HPT Baturraden harus berinovasi tentang persusuan yang menjadi pusat perhatian terkait pengorganisasian sapi perah disini, sehingga menjadi center of excellence persusuan nasional,” ujar Nasrullah saat melakukan peninjauan ke BBPTU-HPT Baturraden.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa Kementan mempersiapkan BBPTU-HPT Baturraden untuk meningkatkan populasi ternak sapi perah, baik melalui pembiayaan APBN maupun kerjasama dengan pihak swasta.

Baca Juga :   Mentan SYL Dorong Hutan Menjadi Lahan Agrowisata Gandeng Pemangku Adat

Menyinggung rencana Gerakan Minum Susu untuk siswa, Nasrullah meminta BBPTU-HPT Baturraden agar terus mempersiapkan diri secara maksimal untuk mendukung apabila hal ini menjadi program persusuan nasional ke depan.

“BBPTU-HPT Baturraden harus mempersiapkan diri untuk simulasi dengan semua bentuk model yang aplikatif sehingga model ini nantinya dapat direkomendasikan untuk diterapkan di luar Pulau Jawa. Selain itu, hal penting yang perlu dipersiapkan adalah memastikan bahwa produk susu itu ASUH (Aman, Sehat, Utuh, dan Halal) dan terdaftar BPOM, halal, dan NKV-nya,” ujarnya.

Lebih jauh, Nasrullah menekankan pentingnya pendataan dan pemetaan terkait kebiasaan siswa mengonsumsi susu. Hal ini penting untuk mengetahui siswa yang sudah terbiasa minum susu, yang jarang, dan yang belum pernah minum susu sama sekali.

Baca Juga :   Ruak-ruak Truwok, Burung Sawah Dengan Suara Khas

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan simulasi pengiriman untuk memastikan produk yang dikirimkan tetap aman dan terjaga kualitasnya.

“Karena ini susu pasteurisasi, guna menghindari kerusakan produk, kami akan melakukan simulasi distribusi ke lokasi terdekat dan lokasi terjauh supaya diketahui kendala di lapangan,” tegasnya.

Ali Agus, Tenaga Ahli Menteri Pertanian bidang Hilirisasi Peternakan, menekankan pentingnya metode pelaksanaan yang mampu meminimalkan risiko serta penanganan dalam menghadapi persoalan ke depan. Menurutnya, pengawasan dan pendampingan sangat penting untuk memitigasi risiko-risiko yang bisa menimbulkan masalah.

“Oleh karena itu perlu ada quality control, standart operational procedure (SOP), dan pengorganisasian, mulai dari pemerahan, penyimpanan, pasteurisasi, pengemasan, sampai dikonsumsi harus jelas siapa penanggung jawabnya dan harus disiplin serta benar dalam melakukannya,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.