Dorong Produksi Susu, Kementan Genjot Potensi Budidaya Sapi Perah

oleh -8 views
Sapi Totol Hitam
Ilustrasi Peternakan Sapi - Foto : Freepik

Panennews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan melakukan pembahasan upaya percepatan pengembangan sapi perah di Indonesia.

Hadir dalam kesempatan tersebut Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Nasrullah yang menyampaikan bahwa usaha peternakan sapi perah merupakan salah satu kegiatan bisnis dalam subsektor peternakan yang memiliki potensi untuk terus dikembangkan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa potensi pengembangan peternakan sapi perah didukung oleh kondisi alam Indonesia yang relatif sesuai untuk pengembangan usaha budidaya.

“Potensi atau peluang pengembangan usaha sapi perah juga didukung dengan peningkatan konsumsi susu nasional dan dukungan pemerintah dalam mencapai kemandirian pangan nasional” ujarnya, di Jakarta, Jumat (31/05/2024).

Baca Juga :   NTB Menuju Provinsi Bebas PMK Hewan Ternak

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan Pertanian, Sam Herodian menyampaikan bahwa sinergi dari berbagai kementerian dan lembaga sangat penting untuk menciptakan ekosistem yang mendukung pengembangan sapi perah di Indonesia.

“Sinergi ini bisa dimulai dari peningkatan kualitas dan kuantitas produksi, pengolahan produk susu, hingga pemasaran dan distribusi yang efektif”, ungkapnya.

Sementara itu, Programme Management Advisor to The Minister, Christopher John Summers, menyampaikan bahwa pengembangan peternakan sapi perah sangat penting untuk mendukung program pemerintah, terutama dalam meningkatkan gizi dan kesehatan masyarakat, khususnya anak-anak.

Baca Juga :   Peternak Gunung Kidul, Apresiasi Langkah Kementan Kendalikan Antraks

Sebagai informasi, susu merupakan bahan makanan bergizi yang kaya akan protein hewani. Kebutuhan protein hewani masyarakat Indonesia dari tahun ke tahun terus meningkat seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk, perbaikan ekonomi dan tingkat kesadaran kebutuhan gizi masyarakat yang didukung oleh ilmu pengetahuan dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.