Langkah Strategis Pemkab Sumba Timur Atasi Gejolak Kekeringan dengan Pompanisasi dan Saluran Irigasi

oleh -9 views
ilustrasi air
Ilustrasi Air - Foto : Pexels

Panennews.com – Pemkab Sumba Timur, Provinsi NTT mengambil langkah strategis atasi gejolak kekeringan menerapkan status Siaga Darurat Bencana dengan Pompanisasi dan Saluran Irigasi.

Pemerintah Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT) melakukan beberapa langkah strategis untuk mengatasi kekeringan pada lahan pertanian karena dampak El Nino.

Langkah strategis atasi gejolak kekeringan menerapkan status Siaga Darurat Bencana dengan Pompanisasi dan Saluran Irigasi. Ini ditempuh setelah adanya keputusan Bupati Sumba Timur melalui Surat keputusan (SK) Bupati Sumba Timur Nomor: 246/ BPBD.365/246/V/2024 perihal status bencana.

Ini karena kondisi yang diprediksi BMKG terkait gejolak kekeringan yang melanda wilayah Kabupaten Sumba Timur karena curah hujan yang tidak menentu. Saat ini ribuan lahan pertanian, sawah, tanaman jagung dan hortikulura sayur mayur terancam gagal panen, kekeringan karena dampak El Nino.

“Kami mengambil langkah strategis menyikapi kondisi iklim yang tidak bersahabat karena dampak El Nino ini. Antaranya dengan Pompanisasi dan Saluran Irigasi ,” kata Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan Kabupaten Sumba Timur Nico Pandarangga (28/5/2024).

Baca Juga :   KKP Pulangkan Tiga Nelayan Indonesia yang Ditangkap di Malaysia

Untuk mengatasi ini sejumlah langkah teknis yang diambil antara lain menjalin kerja sama Kementan dengan TNI AD dan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dalam upaya khusus pompanisasi dan saluran irigasi.

“Kami manfaatkan Alsintan dan pompa yang sudah dibagikan dimanfaatkan untuk melindungi tanaman-tanaman, terutama padi dan sawah tadah hujan untuk menyelamatkan tanaman yang siap panen. Yang penting ada sungai dibawahnya juga ada sumur gali, bor dan lainnya,” jelas Nico Pandarangga.

Nico menyebutkan total lahan yang terdampak El Nino atau yang mengalami kekeringan seluas 29.112,28 hektare dari total lahan 34.678,95 hektare baik lahan irigasi, tadah hujan, maupun lahan untuk jagung dan kacang tanah.

Untuk itu lanjut Nico, pihaknya akan mengoptimalkan bantuan-bantuan pompa air yang sudah diberikan. Selain itu adanya intervensi dari program Kementan yang berupa Alsintan dan pompa air dengan menghimbau masyarakat terutama di daerah aliran sungai (DAS) untuk menyelamatkan tanaman milik para petani.

Baca Juga :   Gus Menteri Dukung Work From Bali Demi Pemulihan Ekonomi

“Banyak tanaman hortikultura seperti sayur-sayuran, jagung, padi, dan lainnya. Itulah yang diintervensi antaranya dari Kementerian Pertanian dengan optimalisasi semua potensi sumber air,” tambah Nico.

Selain itu, pihaknya juga bekerja sama dengan Dinas PUPR untuk mengoptimalkan irigasi-irigasi. Antaranya saluran tersier bidang pertanian untuk mengairi potensi-potensi air yang ada untuk lebih maksimal.

“Untuk itu kami akan adakan pelatihan P3A di tingkat Kecamatan yang ada saluran irigasinya. Ini untuk mengatur pengelolaan air itu agar lebih optimal yang dialiri lebih luas,” katanya.

Dia menyebutkan upaya antisipasi kekeringan ini pihaknya juga sudah melakukan pengecekan ketersediaan sumber air yang cukup mampu menjawab permasalahan kekeringan yang dihadapi oleh masyarakat di Sumba Timur.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.