Lalulintas Jagung Asal NTB ke banten Dilakukan Pemeriksaan Fisik

oleh -5 views
ilsutrasi jagung
Ilsutrasi Jagung - Foto : H. Wardi

Panennews.com – Karantina NTB melalui Satpel Pelabuhan Penyeberangan Sape melakukan pemeriksaan fisik pada komoditas jagung sebanyak 4.171.770 kilogram yang akan dilalulintaskan ke Cigading, Banten dengan menggunakan alat angkut kapal motor Sinar Harapan 78 pada Kamis, 23 Mei 2024 lalu.

Petugas Karantina Satpel Pelabuhan penyeberangan Sape Iskandar menjelaskan, bahwa pemeriksaan fisik dilakukan guna memastikan kesesuaian jenis dan jumlah komoditas. Selain itu, pemeriksaan fisik dilakukan untuk menjamin kesehatan jagung, yaitu bebas dari Organisme Pengganggu Tumbuhan Karantina (OPT/OPTK).

Baca Juga :   Jagung Pakan Mahal, Peternak Unggas Di Lombok Banyak Gulung Tikar

Kepala Karantina NTB, Agus Mugiyanto, menyatakan bahwa berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), produksi jagung pipilan kering dengan kadar air 14 persen di Provinsi NTB pada tahun 2023 sebesar 1,28 juta ton. Angka tersebut menunjukkan bahwa produksi jagung di NTB mencapai 8,7% dari produksi jagung di seluruh Indonesia yang totalnya sekitar 14,77 juta ton.

Data dari Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Provinsi NTB menunjukkan bahwa produksi jagung pada tahun 2023 sebesar 1.281.000 ton. Sementara hingga April 2024, hasil panen telah mencapai 695.500 ton. Panen diperkirakan berlangsung hingga Juli 2024.

Baca Juga :   Ini Langkah PKK Kota Denpasar Dukung Penurunan Inflasi di Kotanya

Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Taufieq Hidayat mengatakan , kebutuhan jagung nasional sebesar 1,22 juta ton per bulan.

Saat ini panen jagung di Indonesia sekitar 4 juta ton, sehingga terdapat kelebihan stok. Agar jagung yang dihasilkan oleh petani memiliki pasar yang bagus, idealnya pasar tidak hanya dari dalam negeri saja, namun juga dari luar negeri dengan membuka keran impor.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.