Hama Tikus Serang 107 Hektar Padi Sawah di Manggarai, Para Petani Gelar Ritus Adat Usir Bala

oleh -5 views
Para petani Desa Tal menunjukan tikus yang ditangkap secara manual. (Dok. Istimewa)
Para petani Desa Tal menunjukan tikus yang ditangkap secara manual. (Dok. Istimewa)

Panennews.com – Para petani sawah di Desa Tal dan Paka Kecamatan Satar Mese Manggarai, Provinsi NTT gagal panen. Pasalnya sebulan terakhir ini tanaman padi yang sudah mulai berbunga diserang hama tikus.

Tanaman padi yang ada dalam sawah seluas 107 ha dimangsa tikus. Rinciannya Desa Paka Desa Tal 73 dari total 630 ha yang ada. Sementara Desa Paka 34 dari total 679 ha.

Racun tikus yang ditebar dipakai guna mencegah dan mengamankan padi yang ada, tidak mempan. Terpaksa areal yang ada dibersihkan untuk persiapan tanam berikutnya. Untuk mengatasi hal ini, para petani menggelar ritual adat Tolak bala usir hama tikus.

Laurens Laoth Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Manggarai membenarkan hamparan tanaman padi sawah di Desa Tal dan desa Paka diserang hama tikus secara masif.

“Serangan cukup massif dan ganas. Dalam satu rumput masih hanya tersisa satu batang saja. Karena itu jelas akan jadi gagal panen kali ini ,” kata Laurens Laoth.

Baca Juga :   Hadapi El Nino, Kementan Ajak Petani Siapkan Langkah Mitigasi

Penanganan intens yang dilakukan sekarang ini jelas Laurens adalah dengan menyebarkan racun tikus yang diberikan pemerintah namun tidak mempan.

“Pencegahan dengan obat kimia ini sebenarnya tidak dianjurkan. Tetapi, langkah ini diambil agar serangan tidak terus meluas. Sudah disebar, namun sepertinya tak mempan ,” jelas Laurens.

Untuk mengantisipasi serangan tikus itu juga kata Laurens, Pemprov NTT, menurunkan bantuan pestisida agar digunakan untuk mengatasi hama di Kecamatan Satar Mese itu.

“Pestisida yang diberikan jenis Nordox dan Petrocum. Jika pestisida itu segera tiba di Manggarai dan terus disalurkan ke dua desa terserang tersebut,” katanya.

Ditanya sumber tikus tikusbtersebut, Laurens menjelaskan, datangnya dari hutan. Karena di sawah tidak ada lubang atau tempat persembunyiannya karena sawah selalu berair.

“Kedepan kami minta para petani untuk membersihkan semak belukar atau hutan di sekitar sawah yang menjadi tempat hidup tikus-tikus itu ,” kata Laurens.

Baca Juga :   Amankan Stok Beras, Gernas El Nino Di Bone Tanam Padi Serentak

Soal riual adat usir hama tikus dibenarkan Kepala Dinas Pertanian Manggarai Ferdy Ampu. Ini karena masyuarakat adat dan petani di Desa Paka dan Desa Tal di Kecamatan Satar Mese, Kabupaten Manggarai, NTT, masih kental memegang kebiasaan leluhur dalam hal untuk mengusir bala bencana dari kehidupannya.

“Ini budaya peningalan leluhur. Karena itu mereka menggelar ritus adat tolak bala guna mengusir hama tikus ,” kata Ferdy Ampur.

Menurut kebiasaan yang ditinggalkan leluhur jelas Ferdy, oleh masyarakat melihat bahwa bencana itu datang mungkin karena ada pelanggaran yang dilakukan terhadap adat itu.

“Versi mereka, mungkin ada yang dilanggar sehingga datang itu bencana, hama itu. Makanya perlu diadakan ritus adat tolak bala, untuk mengusir hama tikus tersebut,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.