Mengenal Penyakit Mastitis Sapi Perah, Dari Penyebab Hingga Gejalanya

oleh -6 views
Hewan Kurban
Foto : Panen News/Amar

Panennews.com – Mastitis merupakan salah satu jenis penyakit yang biasanya menyerang sapi perah. Penyakit ini bersifat akut karena dapat menyerang jaringan internal kelenjar susu sapi perah.

Kerugian sapi perah yang terkena penyakit ini biasanya akan kehilangan produktivitas air susu sapi perah, kualitas dan kuantitas susu sapi menurun.

Adapun secara umum, penyebab penyakit mastitis pada sapi perah berasal dari berbagai jenis faktor. Salah satunya yaitu serangan bakteri  Streptococcus Agalactiae.

Bakteri tersebut akan meng-infeksi seluruh jaringan internal kelenjar susu, sehingga dapat menimbulkan jamur. Dari jamur tersebut, biasanya awal mula penyakit ini.

Baca Juga :   Cegah Penyakit Rabies, Kementan Genjot Vaksinasi Hewan Serentak Di Indonesia

Selain itu, pakan yang kurang higienis juga jadi salah satu penyebab sapi perah terserang penyakit ini. Pasalnya, pakan tidak higienis tentunya akan menimbulkan bakteri jahat yang dapat memicu penyakit tersebut.

Lebih jauh, penyebab mastitis pada sapi juga disebabkan karena faktor umur sapi yang terlalu tua. Jika umur sapi terlalu tua, tentunya produktivitas sapi tengah menurun dan tidak lagi vit.

Lebih lanjut, kondisi ini membuat sapi cepat terinveksi oleh seluruh virus atau pun bakteri. Dengan demikian, sapi sangat mudah terserang jenis penyakit mastitis ini.

Baca Juga :   Upaya Pelestarian Satwa, Komisi IV Dukung Konservasi Ex Situ

Sementara itu, gejala yang ditimbulkan oleh penyakit ini biasanya sapi perah akan kehilangan nafsu makannya. Kondisi ini biasanya sudah cukup umum, dampak buruknya sapi akan kehilangan produktivitasnya.

Mengingat, mastitis pada sapi dapat menyerang internal jaringan susu maka gejala lebih lanjut ditimbulkan pada sekitar bagian susu sapi. Susu sapi nantinya akan terlihat cenderung lebih merah dari biasanya.

Tak hanya itu, sapi akan terlihat lemas hingga lesuh. Dengan kondisi tersebut, biasanya menyebabkan sapi akan kehilangan produktivitasnya hingga menyebabkan kematian mendadak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.