Tradisi Wiwitan Jelang Panen, Wujud Syukur Awali Upaya Stabilkan Suplai Beras

oleh -4 views
Tradisi wiwitan jelang panen raya di Sleman. (Dok. Pemkab Sleman)
Tradisi wiwitan jelang panen raya di Sleman. (Dok. Pemkab Sleman)

Panennews.com – Petani di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, menggelar tradisi wiwitan untuk mengawali masa panen. Selain wujud rasa syukur dan pelestarian tradisi, upacara ini juga menjadi pertanda baik atas stabilnya pasokan dan harga pangan setelah beberapa waktu ini mengalami gejolak.

Belasan tumpeng-tumpeng yang berisi nasi, aneka lauk pauk, dan sayur itu ditata dengan rapi. Uniknya, berbeda dari tumpeng biasanya yang sekadar berupa gunungan nasi, tumpeng itu dipasangi telur dan cabai merah di puncaknya.

Tumpeng-tumpeng sebagai bagian tradisi wiwitan ini lantas diarak warga dalam suatu kirab dari balai desa setempat menuju persawahan yang akan menggelar panen raya di Kalurahan Sumbersari, Moyudan, Sleman.

Baca Juga :   Dampak El Nino, Bantuan Pompa Kementan Selamatkan Sawah Di Subang

FX Sumardi, Ketua Kelompok Tani Tiwir, penyelenggara tradisi wiwitan yang akan memulai panen, menyampaikan bahwa tradisi wiwitan jelang panen raya ini sudah rutin dilakukan setiap awal musim panen.

Melalui tradisi ini, ia berharap hasil panen Kelompok Tani Tiwir dapat maksimal dan hasil panen mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kami berharap dengan upacara tradisi wiwitan massal jelang panen raya ini dapat menjadi wujud syukur kami kepada Allah SWT dan berdoa agar hasil panennya baik dan meningkatkan kesejahteraan kami para petani di sini,” ujarnya, Rabu (27/3/2024).

Wakil Bupati Sleman, Danang Maharsa, yang menghadiri acara ini, menyampaikan, perayaan wiwitan jelang panen raya menjadi salah satu kekayaan budaya yang patut dipertahankan. Ia mengatakan ritual wiwitan di awal masa panen padi juga merupakan kearifan lokal.

Baca Juga :   Begini Cara Mudah Menanam Tanaman Okra Dalam Pot

“Wiwitan jelang panen raya ini adalah kearifan lokal yang kita miliki dan benar-benar memiliki nilai lebih untuk diuri-uri atau dilestarikan,” jelasnya.

Menurut Danang, panen raya ini merupakan berita baik untuk menstabilkan suplai beras yang sempat mengalami penurunan drastis akibat musim kemarau berkepanjangan beberapa waktu lalu.

“Saya harap dengan panen raya ini stok bahan pokok di pasar semakin stabil, sehingga masyarakat tetap dapat membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau,” kata Danang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.