Program Petani Milenial Kaltim, Sokong Ekosistem Pertanian Di IKN

oleh -9 views
WhatsApp-Image-2024-03-22-at-9.51.28-PM-1024x727
Foto : Dok. BPMI Setpres

Panennews.com – Staf Khusus Presiden Billy Mambrasar bersama dengan Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur meluncurkan Program Petani Milenial Kalimantan Timur.

Peluncuran program itu berada di Unit Pelaksana Teknis Dinas Balai Benih Induk (UPTD BBI), Kutai Kertanegara, Kalimantan Timur.

Program Petani Milenial Kaltim didesain untuk menjadi motor regenerasi petani maupun peningkatan kapasitas para petani muda dalam rangka memastikan ketahanan pangan di wilayah Kaltim, khususnya di Ibukota Nusantara (IKN).

“Adapun peluncuran Program Petani Milenial di IKN ini adalah ide dari Pj. Gubernur Kalimatan Timur, Akmal Malik, yang berharap agar ekosistem pertanian untuk menyokong giat pembangunan IKN ini siap dari sekarang”, ujar Billy, Senin (25/03/2024).

Selain itu, Billy pun juga menyampaikan apresiasi kepada semua pihak baik dari Kementan maupun Pemprov Kaltim yang telah bekerja sama mewujudkan peluncuran Program Petani Milenial ini.

“Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Akmal yang secara konsisten memberi perhatian dan mendorong anak muda untuk terus berinovasi,” ujarnya.

Baca Juga :   40 Ribu Petani Dan Nelayan, Bakal Hadiri PENAS Tani 2023 Di Sumbar

Lebih lanjut, Dalam kurun waktu empat tahun Program Petani Milenial telah diluncurkan di lebih dari 15 provinsi di tanah air.

Billy mengatakan, program ini berhasil mendata petani muda di berbagai provinsi di Indonesia serta menggandeng sektor privat maupun badan usaha milik negara (BUMN) untuk mengambil bagian dalam pemberdayaan anak muda di bidang pertanian.

“Selain pihak privat dan BUMN, kami juga mengelola hibah internasional melalui Yayasan Kitong Bisa untuk menyasar anak muda di derah terluar di Indonesia. Jadi, kami memberikan pelatihan bagi teman-teman yang memang sudah berfokus di bidang tani, maupun memperkenalkan keterampilan bertani pada anak muda yang sebelumnya tidak memiliki ketertarikan maupun latar belakang pertanian,” ujarnya.

Sementara itu, Pj. Gubernur Kaltim Akmal Malik menekankan perlu adanya terobosan untuk menarik generasi muda untuk terjun ke sektor pertanian.

Baca Juga :   Panen Padi Capai 900 Hektare, Cadangan Beras Di Temanggung Berpotensi Aman

“Kita tidak bisa lagi pakai cara-cara lama. Untuk menarik minat anak muda bertani, kita perlu ciptakan pertanian modern, dengan pemanfaatan tekonologi canggih, yang sesuai dengan zaman,” kata Akmal.

Akmal pun mengapresiasi adanya Program Petani Milenial Kaltim sebagai langkah kolaboratif untuk mendorong peningkatan produktivitas di sektor pertanian di Kaltim.

“Insyaallah kolaborasi ini akan membawa manfaat sebesar-besarnya bagi generasi muda di Kaltim, IKN dan terus bergerak hingga dampaknya dirasakan di seluruh Indonesia,” kata Akmal.

Senada, Kepala Pusat Pendidikan Pertanian (Kapusdiktan) Kementan, Idha Widi Arsanti juga menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda di sektor pertanian.

“Saat ini, petani-petani kita sudah semakin tua, sedangkan kebutuhan pangan tidak semakin sedikit. Itulah mengapa, sangat penting mendorong regenerasi petani, yang tentunya akan menyokong ketahanan pangan dan ekosistem pertanian IKN,” kata Idha.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.