Klaim AUTP Cair, Petani Di Rencaekek Bisa Langsung Tanam Lagi

oleh -9 views
Petani Dok. Kementan
Foto : Dok. Kementan

Panennews.com – Petani di Kabupaten Bandung bisa bernafas lega meski mengalami gagal panen.

Pasalnya, klaim asuransi atau Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) yang mereka ikuti bisa cair untuk pengganti modal tanam ulang.

Ayi Sopian, Ketua Kelompok Tani (Poktan) Jemba Rahayu, Desa Rancaekek Kulon, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mengatakan, kelompoknya menerima manfaat dari AUTP mengajukannya pada musim kemarau lalu.

Hasil verifikasi dari pengajuan klaim asuransinya disetujui dari beberapa anggota poktan seluas 11,5 ha, yang dipakai untuk kebutuhan usaha tani selanjutnya seperti pembelian pupuk.

“Alhamdulillah klaim asuransi tani bisa cair tidak butuh waktu lama. Seluas 11,5 ha yang gagal panen bisa langsung ditanam ulang,” ujar Ayi Sopian, Sabtu (16/03/2024).

Dia menjelaskan, ketika musim kemarau lalu diajukan, dengan persediaan air yang terbatas, maka petani melakukan mitigasi gagal panen dengan mendaftarkan lahannya melalui AUTP.

“Waktu itu memang ada potensi gagal karena ketersediaan air terbatas. Saat tanam airnya ada, namun saat penyiangan airnya sudah tidak ada. Karena itu kami ikutkan asuransi,” ungkapnya.

Baca Juga :   Total 7 Juta Liter Air Bersih Disiapkan untuk Atasi Kekeringan di Jateng, Blora dan Grobogan Tertinggi

Sementara, Koordinator Penyuluh Kecamatan Rancaekek Nur Yulia menambahkan, untuk mengairi 13 desa berasal dari berbagai sumber air. Di antaranya Daerah Irigasi (DI) Citarik, Depok, Ciasana, dan Cimande.

“Namun untuk daerah-daerah yang berada jauh dari sumber air seperti Desa Rancaekek Kulon disarankan untuk mengikuti AUTP karena dapat terjadi gagal panen karena kekeringan,” ujar Nur Yulia.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan, AUTP sangatlah penting bagi petani utamanya menghadapi musim kering. Jadi sayang sekali jika petani tidak mau ikut dalam asuransi ini.

“Preminya murah karena dapat subsidi dari pemerintah. Hanya Rp 36 ribu per hektare dari aslinya Rp 180 ribu. Sayang sekali kalau petani tidak ikut karena jika mereka gagal panen, kan ada uang yang akan cair maksimal sebesar Rp 6 juta per hektare. Ini kan sangat membantu petani,” ujar Mentan Amran.

Baca Juga :   Kementan Terus Genjot Produksi Karet Di Kalimantan Barat

Mendapati banyak petani yang belum banyak ikut AUTP, Mentan Amran meminta Kepala Dinas Pertanian di daerah untuk rajin mensosialisasikan AUTP kepada para petani.

“Tolong AUTP ini terus disosialisasikan kepada petani karena sangat bermanfaat buat petani,” kata Mentan Amran.

Dirjen Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan), Ali Jamil menampakan, terkait musim kemarau, selain program AUTP, Kementan melalui Ditjen PSP telah melakukan berbagai usaha dalam mengatasi kekeringan.

Upaya penanggulangan gagal panen akibat bencana kekeringan ini sebenarnya sudah dilakukan. Seperti menginformasikan kepada para petani terkait iklim berdasar pantauan BMKG. Kemudian memberikan rekomendasi budidaya tanaman. Seperti penggunaan varietas toleran kekeringan.

“Selain itu, kami meminta petani mengikuti pola tanam yang telah ditetapkan. Termasuk meminta petani untuk menggunakan pupuk organik. Sebab akan meningkatkan daya ikat air dalam tanah,” ujar Ali Jamil.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.