Elang Flores, Burung Endemik NTT Yang Mulai Terancam Punah

oleh -12 views
istockphoto-1957759378-612x612
Foto : Istockphoto

Panennews.com – Nusa Tenggara Timur (NTT) merupakan salah satu daerah di Indonesia yang banyak akan aneka ragam hayati. Daerah tersebut banyak terdapat hewan yang salah satunya yaitu burung elang flores ini.

Jenis burung elang yang satu ini termasuk ke dalam jenis burung pemangsa. Adapun asalnya dari famili Accipitridae, biasanya spesies mereka banyak kita jumpai pada wilayah NTT.

Secara morfologi, burung elang flores ini memiliki bentuk tubuh yang cenderung besar. Biasanya ukuran tubuh tersebut bisa mencapai kisaran antara 71 – 82 cm terdapat pada jenis jantannya.

Sedangkan jenis betinanya, burung tersebut memiliki ukuran panjang tubuh hingga mencapai kisaran antara 70 – 15 cm. Hal ini tentunya berbeda antara jenis jantan dan jenis betinanya.

Baca Juga :   Banyak Peternakan Ayam Petelur di Pati Gulung Tikar, Kok Bisa?

Selain itu, tubuh burung ini juga dilengkapi oleh warna seperti cokelat pada bagian atasnya. Sedangkan pada bagian kaki hingga mencapai ekornya, burung ini berwarna putih cenderung gelap.

Di sisi lain, burung ini juga terdapat kepala dengan ukuran paruh yang cenderung pendek. Meski begitu, burung tersebut pun mempunyai cakaran panjang cenderung tajam pada bagian kakinya.

Sementara itu, habitat asli dari burung elang flores ini banyak dijumpai pada daerah pegunungan hingga 1000 meter diatas permukaan laut. Burung ini terbang secara utuh pada atas hutan-hutan hingga pegunungan.

Baca Juga :   Domba Suffas, Jenis Domba Pilihan Cocok Untuk Hewan Kurban

Lebih lanjut, seiring berjalannya waktu burung tersebut pun kini kerap langka. Pasalnya, terancamnya populasi burung ini tak jauh dari perbuatan serta ulah manusia karena memburunya.

Selain diburu, burung ini pun kerap dianggap sebagai hama. Lantaran burung ini hinggap dimana saja, sehingga banyak dari masyarakat tengah mematikan populasi burung tersebut.

Lebih jauh, dan juga masifnya penebangan hutan membuat burung ini pun cukup sulit dijumpai. Oleh sebab itu, burung endemik asal NTT ini mulai terancam punah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.