Cegah ASF Mewabah, Babi Dan Produk Turunannya Ditolak Masuk Tarakan

oleh -10 views
93cc395bfb8d82e311f25ed7dc5f332c
Foto : Dok. Barantin

Panennews.com – Karantina Kalimantan Utara berhasil menggagalkan pemasukan media pembawa berupa daging olahan babi sejumlah 2,25 Kg asal Malaysia.

“Babi, produk babi segar dan produk babi olahannya tidak diperkenankan masuk maupun transit dari negara Malaysia ke wilayah Kalimantan Utara. Sehubungan dengan terjadinya wabah penyakit ASF di Sabah Malaysia dan pernyataan dari Badan Kesehatan Hewan Dunia (WOAH/OIE) tentang wabah penyakit ASF di Sabah Malaysia,” Ujar Budi, Pejabat Karantina, Sabtu (23/03/2024).

Penahanan dilakukan ketika Pejabat Karantina yang bertugas menemukan komoditas tersebut di lalulintaskan oleh penumpang dari Tawau Malaysia di Pelabuhan Internasional Malundung Tarakan.

Baca Juga :   Harga Daging Sapi Diperkirakan Meroket Sepekan Jelang Lebaran

Menurut Budi, Meski hanya 2 Kg, tetap tidak ada jaminan bahwa media pembawa tersebut bebas dari ASF, ditambah lagi dengan tidak dilengkapinya sertifikat karantina dari negara asal.

Berdasarkan undang-undang Negara Republik Indonesia nomor 21 tahun 2019 tentang karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan Penahanan dilakukan apabila setelah pemeriksaan dokumen persyaratan belum semuanya terpenuhi dan/atau pemilik menjamin dapat memenuhi dokumen persyaratan.

“Sesuai prosedur yang berlaku, maka daging babi tersebut kami tahan untuk kemudian kami lakukan pemusnahan,” Imbuh Budi.

Sementara itu, Obing Hobir Asari selaku Kepala Karantina Kalimantan Utara memberikan keterangan bahwa Karantina Kalimantan Utara akan terus berpegang pada dasar hukum UU No 21 Tahun 2019 tentang karantina Hewan Ikan dan Tumbuhan.

Baca Juga :   Ingin Ternak Ayam Di Lahan, Ketahui Kriteria Lahan Yang Cocok

“Setiap tindakan kami disertai dasar hukum, hal ini pula dilakukan untuk mencegah masuknya HPHK ke wilayah Kalimantan Utara” Tegas Obing.

Lebih lanjut, Obing menegaskan bahwa pihaknya akan terus memperketat pengawasan terhadap pemasukan komoditas pertanian melalui Pelabuhan Internasional Malundung Tarakan dengan memperkuat koordinasi dengan instansi terkait.

“Pihaknya juga menuturkan rutin melaksanakan kegiatan sosialisasi perkarantinaan baik secara langsung maupun melalui media sosial” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.