Revisi Permentan, Dorong Penyediaan Ayam Ras Dan Telur Konsumsi

oleh -14 views
Ilutrasi Peternakan Ayam
Foto : Getty Images

Panennews.com – Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) revisi Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 32 Tahun 2017 tentang Penyediaan dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

Acara yang digelar di Aston Hotel Simatupang, Jakarta Selatan tersebut dihadiri oleh berbagai asosiasi perunggasan dan stakeholder terkait.

Sekretaris Ditjen PKH, Makmun, menyampaikan perlunya melakukan penelaahan menyeluruh terhadap isi Permentan Nomor 32 Tahun 2017.

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya pencermatan mendalam terhadap setiap poin dalam revisi tersebut agar dapat diimplementasikan secara efektif dalam mengatur dan mengawasi kegiatan penyediaan dan peredaran ayam ras dan telur konsumsi, termasuk ketentuan terkait sanksi.

Baca Juga :   Manfaatkan Ampas Tahu Untuk Pakan Alternatif Hewan Ternak

“Semangat di balik revisi ini adalah untuk mendorong terwujudnya stabilitas dalam penyediaan pangan dari unggas melalui ekosistem perunggasan yang berkelanjutan dan kompetitif’, ujar Makmun saat memberikan sambutan, Kamis (22/02/2024).

Sementara itu, Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Agung Suganda menjelaskan bahwa pembahasan dilakukan secara menyeluruh mengenai substansi revisi, yang diharapkan dapat diterima oleh semua pihak.

“Dengan terselenggaranya public hearing kali ini, diharapkan kita dapat mendapatkan masukan yang lebih mendalam terkait revisi Permentan 32 tahun 2017. Hal ini tentunya dengan memperhitungkan beberapa aspek terkait upaya menjaga stabilitas produksi, penyediaan produksi bibit dalam negeri, dan perlindungan terhadap Peternak Mandiri,” ungkap Agung.

Baca Juga :   Ternyata Ini Alasan Budidaya Maggot Mulai Dilirik Banyak Orang

Sebagai informasi, gelaran public hearing ini merupakan yang ketiga kalinya diselenggarakan oleh Ditjen PKH sejak tahun 2021.

Melalui kolaborasi dan dialog yang terjalin dalam public hearing ini, diharapkan revisi Permentan 32 Tahun 2017 dapat memperkuat regulasi yang ada dan dapat memberikan dukungan yang lebih besar bagi bisnis perunggasan, terutama bagi usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.