Produksi Turun, Harga Gabah Kering Panen Tembus Rp8.000 Perkilogram

oleh -9 views
Gabah kering panen petani di Pati
Gabah kering panen petani di Pati, Jawa Tengah. (Panennews.com/Ahmad M)

Panennews.com – Harga gabah kering panen di Kabupaten Pati, Provinsi Jawa Tengah, masih tinggi. Kondisi ini sangat melegakan petani, lantaran pada tahun kemarin berkali-kali gagal panen.

Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati, Niken Tri Meiningrum mengatakan, harga gabah kering saat ini dihargai Rp8.000 perkilogram.

“Rata-rata hampir sama, kalau sampai Rp8.000. Bahkan kadang harganya ada yang lebih, tergantung yang mengambil itu,” ujarnya, Jumat (23/2/2024).

Masih tingginya harga gabah, disebutkan lantaran produksi gabah di kabupaten berjuluk Bumi Mina Tani masih rendah.

“Namin mereka secara pendapatan karena harga terdongkrak, bisa merasakan hasil panennya,” kata Niken.

Baca Juga :   Tinjau Lahan Jagung, Presiden Pastikan Food Estate Keerom Berjalan Baik

Dijelaskan, panen yang terjadi di Pati saat ini terjadi secara bertahap. Mengingat, tidak semua wilayah yang terdiri dari 21 kecamatan dan 406 desa/kelurahan ini serentak menanam padi.

“Sekarang barang kan tidak ada, hanya spot-spot saja yang panen. Jadi bisa harganya tinggi karena orang pada mencari,” jelasnya.

Diharapkan, petani yang panen bertepatan dengan musim panen raya tidak tergesa-gesa untuk menjual padinya.

Misalnya, petani dapat menimbun padi hasil panennya terlebih dahulu, jika nantinya harga gabah mengalami penurunan.

Niken mewanti-wanti, jangan sampai petani menjual padi miliknya dibawah Harga Pokok Penjualan (HPP) yakni sebesar Rp4.800 perkilogram.

Baca Juga :   Pemerintah Launching Closed Loop Agribisnis Hortikultura Di Kabupaten Tabanan

“Kita harapkan petani itu tidak langsung menjual di saat panen raya. Disimpan dulu, agar nanti saat harga sudah mulai baik itu kan bisa dilepas,” pesannya.

Tak hanya itu, ia juga menyarankan para petani bisa memanfaatkan kelompok petani untuk menghindari penjualan gabah diharga yang rendah.

“Memang kelompok harus ada semacam korporasi, diatur pada saat tertentu disimpan dulu,” imbuhnya.

Sementara itu, petani asal Winong Kahar, mengungkapkan rasa syukurnya atas harga padi yang tinggi disaat tanaman padinya dipanen.

“Alhamdulillah, ini panen harga padi masih tinggi. Ini saya keringkan dulu sebelum dijual,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.