Peternak Unggas Keluhkan Harga Jagung Melambung

oleh -14 views
Tanaman Jagung
Foto : Freepik

Panennews.com – Peternak unggas mengeluh dengan tingginya harga bahan baku pakan. Kenaikan harga bahan baku pakan ini mencapai dua kali lipat dari harga sebelumnya.

Untuk diketahui harga jagung saat ini tembus Rp10.800/Kg. Sebelumnya harga berkisar antara Rp4.000 – 5.000/Kg. Kondisi ini membuat para pertanak menangis bahkan terencam gulung tikar.

Ketua Perhimpunan Peternak Unggas Rakyat (Petarung) NTB, Ervin Tanaka menjelaskan, saat ini harga jagung sudah sama seperti harga beras. Kenaikan harga jagung pakan ternak sudah terjadi sejak akhir tahun 2023.

“Kenaikan harga jagung terjadi terus menerus dan hampir setiap minggu. Sampai dengan Januari 2024 saja, harga jagung di lumbung jagung sudah berada di posisi Rp10.800/Kg sampai Rp12.000/Kg.Peternak unggas yang tergabung di kelompok kita saja itu kebutuhan jagungnya hampir 3.500 ton itu untuk 3 bulan. Kalau diasumsikan seribuan ton untuk anggota kita saja sebulan. Belum termasuk peternak unggas koperasi dan lainnya yang mencapai seratusan peternak,” ungkap Ervin, Kamis (15/2/2024).

Baca Juga :   4 Jenis Pakan Burung Puyuh Petelur Dengan Kandungan Nutrisi Tinggi

Tingginya harga jagung ini sudah banyak dikeluhkan peternak, baik peternak ayam petelur maupun ayam pedaging. Masalahnya meskipun harga bahan baku pakan naik, tidak serta merta harga telur ayam dinaikkan mengikuti kenaikan tersebut.

Jagung adalah bahan baku utama pakan ternak, selain dedak, dan konsentrat. Selain harga jagung, harga dedak juga terjadi kenaikan dengan persentase yang sama. Jika sebelumnya harga dedak Rp3000-an/Kg, harga sampai saat ini sudah naik di angka Rp6000an/Kg.

“Kalau konsentrat kita ambil di Jawa, tapi kalau untuk jagung pastinya Lombok. Cuma ironisnya kita lumbung jagung, tapi banyak juga peternak kita kesusahan mendapatkan jagung,” ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan Sekretaris dan Bendahara Petarung NTB, Lisa Simanungkalit yang mengeluhkan tingginya harga jagung bagi peternak. Bahkan mereka sudah mengeluhkan kondisi ini ke pemerintah, namun belum ada respon sama sekali.

Baca Juga :   Cara Agar Ternak Babi Tidak Terserang Virus dan Penyakit

Selain harga pakan yang tinggi, persoalan yang dikeluhkan adalah masuknya telur dari luar NTB tanpa diperhitungkan dengan kebutuhan. Sehingga sangat mempengaruhi harga telur lokal.

“Tingginya harga jagung di lapangan, ada yang sampai Rp12.000 per kg. HPPnya menjadi tinggi, biasanya Rp5.000 sekarang Rp11.000. Belum lagi konsentrat, dedak saja sudah Rp6.000 dari Rp3.000 harganya. Sudah banyak peternak yang gulung tikar,” tuturnya.

Petarung meminta kepada pemerintah untuk memberikan solusi.

Menurutnya, di pemerintah itu ada cadangan jagung pemerintah dan asosiasi kita sudah mengajukan ke pusat. Tetapi sampai sekarang belum ada informasi (kapan penyaluran,red) masih menunggu subsidi jagung untuk peternak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.