Pasokan Menipis, Harga Tomat Melonjak Di Pasar Tradisional

oleh -10 views
buah_tomat
Foto : Panen News

Panennews.com – Cukup mengagetkan, harga tomat di pasar-pasar tradisional di Kabupaten Pasuruan sekarang mengalami kenaikan yang cukup fantastis.

Melonjaknya harga tomat yang menjadi penyebabnya yaitu pasokan menipis kini telah terjadi di Pasar Warungdowo, Kecamatan Pohjentrek.

Muawanah, salah satu pedagang mengaku harga tomat dijual di rentang harga Rp 20.000-25.000 per kilogram (kg). Padahal sebelumnya harga tomat Rp 5.000 – Rp 10.000 saja per kg.

Hal yang sama juga dibenarkan oleh Dofir, salah satu pedagang di Pasar Bendungan, Kecamatan Kraton. Ia menjual tomat Rp 21.000 per kg, padahal sebelumnya dia menjual tomat Rp 14.000 per kg. Katanya, kenaikan ini sudah terjadi sejak tahun baru.

Baca Juga :   Jelang Ramadhan, Pemerintah Terus Jaga Ketersediaan Bapok

“Karena kulakannya naik, jadi saya juga naikin harga tomat,” ungkap Muawanah, Rabu (28/02/2024).

Lebih lanjut, saat ditanya penyebab naiknya harga tomat hingga lebih dari dua kali lipatnya, Muawanah tak tahu persis.

Hanya saja, pasokan tomat menipis di tingkat tengkulak, dan harganya pun juga tak selisih banyak. Sehingga mau tidak mau ia menaikkan harga tomat yang dijualnya.

Lebih jauh, Ia beranggapan, meski naik, permintaan tomat masih di pasar cukup banyak.

“Iya dari pemasok kita sedikit, dijualnya udah naik. Belum lagi yang minta banyak banget, warteg-warteg juga banyak beli di saya,” kata Dani.

Baca Juga :   Komisi IV Minta Pemerintah Harus Bongkar Penyebab Harga Beras Naik

Meski pedagang mengeluhkan pasokan tomat yang sedikit, sejauh pantauan di pasar-pasar yang ada di Kabupaten Pasuruan masih cukup banyak pedagang yang menjajakan tomat.

Sementara itu, Tuminah, salah satu pengunjung Pasar Warungdowo mengaku tetap saja membeli tomat untuk sambal di rumahnya. Pasalnya, Ia mengaku bahwa tomat tersebut merupakan bahan baku utama dalam Ia memasak.

“Ya tetap beli tapi gak banyak, karena tomat ini kan jadi bahan baku utama dalam saya dan masyarakat lain untuk memasak” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.