Kasus PMK Kembali Mewabah, Puluhan Sapi Di Pasuruan Mati

oleh -10 views
Hewan Kurban
Foto : Panen News/Amar

Panennews.com – Kasus PMK (penyakit mulut dan kuku) di Kabupaten Pasuruan muncul kembali.

Dalam kurun waktu 7 hari terhitung 14-20 Februari ini, setidaknya ada 145 kasus PMK. Dari jumlah tersebut, 31 ekor diantaranya dilaporkan mati.

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Pasuruan, drh Ainur Alfiah.

Ditemui di Pendopo Nyawiji Ngesti Wenganing Gusti, Rabu (21/02/2024) sore, merebaknya kembali kasus PMK sangat mengagetkan. Sebab mulai bulan Mei tahun 2023 hingga di penghujung tahun, tidak ada laporan sapi terinfeksi PMK alias zero reported.

“Kaget karena langsung banyak. Laporan di beberapa kecamatan yang masuk ke kami dalam seminggu terakhir,” katanya.

Lebih lanjut, yang lebih mengagetkannya lagi adalah banyaknya sapi yang mati tanpa diawali gejala seperti awal kasus PMK tahun 2022 lalu.

Baca Juga :   Antisipasi Antraks, Gubernur DIY Ingatkan Peternak Kenali Kondisi Ternaknya

Menurut Alfiah, sapi yang mati tidak menunjukkan gejala yang membahayakan seperti kuku yang terlepas atau mulut yang membusa. Sebaliknya sapi hanya sakit panas satu hari, kemudian keesokan paginya ditemukan mati.

“Hanya dua hari setelah gejala badan sapi panas, tidak menunjukkan sakit sampai mulutnya berbusa atau kuku lepas tidak bisa jalan, keesokan paginya mati,” ungkapnya.

Alfiah menduga, PMK kali ini lebih ganas dari penularan PMK di awal kasus dua tahun lalu. Faktornya bermacam-macam, bisa karena virus telah bermutasi sehingga kebal dengan obat-obatan, vaksin dll.

“Kami lakukan cek lab, dan sepertinya dugaan virus ini sudah bermutasi sehingga sangat kebal dengan obat-obatan yang biasanya diberikan atau vaksin, makanya sangat ganas,” jelasnya.

Dari 31 ekor sapi yang mati, paling banyak kasusnya di Kecamatan Prigen sampai 13 ekor. Selanjutnya di Kecamatan Pandaan terlapor 8 ekor mati, Sukorejo 6 ekor, Gempol 3 ekor dan Rembang 1 ekor.

Baca Juga :   Jelang Idul Adha, 25 Ribu Sapi Bima Siap Banjiri Pasar Jabodetabek

Sementara itu, dengan banyaknya sapi mati karena PMK, Pj Bupati Pasuruan, Andriyanto meminta para peternak untuk meningkatkan kewaspadaan pada ternak sapi yang dalam kondisi sehat maupun yang mengalami penurunan kesehatan.

“Saya minta peternak untuk semakin waspada.Teliti setiap ternak yang dimiliki. Kalau ada tanda-tanda sakit, segera laporkan ke mantri, atau petugas peternakan di desa dan kecamatan agar segera ditindaklanjuti,” ucapnya.

Untuk Dinas Peternakan, Andriyanto juga telah mengintruksikan supaya stok obat-obatan dan vaksin tetap tersedia. Terutama di wilayah-wilayah dengan tingkat penyebaran kasus yang tinggi.

“Pastikan obat-obatan tetap tersedia. Vaksin juga mencukupi untuk kekebalan ternak,” singkatnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.