Harga Sembako Melambung, DPR RI Minta Perhatian Pemerintah Pusat dan Daerah

oleh -7 views
ilustrasi beras
Ilustrasi Beras - Foto : Dok. Istock

Panennews.com – Anggota DPR RI dari Dapil Lombok Rachmat Hidayat turun menyapa masyarakat di sejumlah pasar tradisional di Kota Mataram, Kamis (8/2/2024).

Selain penuh keakraban menyapa masyarakat dan pedagang pasar, kunjungan Rachmat Hidayat sekaligus mengecek harga sembako di pasar tradisional.

“Katanya harga-harga pada naik, maka saya cek langsung ke pasar ini. Dan ternyata memang benar harga sejumlah sembako sedang naik cukup signifikan,” kata Rachmat Hidayat di sela kunjungannya.

Sejumlah harga komoditi yang naik antara lain beras yang mencapai Rp16 ribu – Rp17 ribu perkilo, atau Rp370 ribu perkarung ukuran 25 Kg, tomat Rp22 ribu perkilo , bawang merah Rp35 ribu perkilo, ayam Rp40 ribu perkilo, kopi Rp58 ribu perkilo, bawang merah Rp35 ribu perkilo, Bawang Putih Rp33 ribu, gula Rp17,5 ribu perkilo, minyak goreng Rp177 ribu/12 liter dan masih banyak lagi.

Baca Juga :   Dongkrak Perekonomian, Ikan Cue Jadi Produk Unggulan Khas Cabangbungin

Terkait kenaikan harga sejumlah komoditi di pasar tradisional, Rachmat mengatakan, hal ini harus menjadi atensi pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah.

Menurut dia, inflasi merupakan hal yang lazim terjadi namun harus tetap di dalam kontrol pemerintah.

“Ada komoditi yang bisa diintervensi pemerintah daerah, baik Pemprov NTB, Pemkot Mataram dan Pemda Kabupaten. Namun ada juga komoditi yang harus diintervensi pemerintah pusat. Jangan karena tahun politik, masalah inflasi ini tidak diatensi,” tandasnya.

Ia mengatakan, inflasi ibarat dua sisi mata uang yang berkaitan. Di tingkat lokal, papar Rachmat, kenaikan harga komoditi seperti hortikultura memang bisa membuat para petani tersenyum. Namun di sisi lain masyarakat umum sebagai konsumen harus menyediakan dana lebih untuk kebutuhan pokok mereka.

Baca Juga :   Satgas Pangan Polresta Denpasar Pantau Stok Dan Harga Pangan Di Denpasar

“Jadi yang harus dijaga adalah kestabiulan harga. Naik boleh, karena petani bisa untung, tapi kenaikannya harus terjaga. Jangan sampai ada broker atau makelar yang mengambil keuntungan,” kata Rachmat.

Kehadiran Rachmat Hidayat di pasar Selak Mandalika Kota Mataram disambut baik sejumlah pedagang dan masyarakat di sana.

Selain menyerap aspirasi mereka tentang harga sembako, Rachmat juga berdiskusi kecil tentang penataan pasar, kebersihan dan kenyamanannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.