Gunungkidul Mulai Panen, Bupati Harap Petani Tak Terdampak Kenaikan Harga Beras

oleh -15 views
Panen padi di Wonosari, Gunungkidul
Panen padi di Wonosari, Gunungkidul. (Dok. Pemkab Gunungkidul)

Panennews.com – Bupati Gunungkidul Sunaryanta berharap warga dan petani Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta, tak terdampak kenaikan harga beras yang terjadi akhir-akhir ini. Hal ini seiring berlangsungnya panen raya di sejumlah lokasi di kabupaten tersebut.

Hal itu disampaikan Sunaryanta saat mengikuti panen padi Kelompok Tani Makmur, di Bulak Sangkrah, Desa Karangtengah 1, Karangtengah, Wonosari, Rabu (28/2/2024).

“Sejumlah wilayah di Gunungkidul menurut data dari Dinas Pertanian sudah mulai panen. Harapan kita nanti masyarakat khususnya petani tidak terpengaruh dengan naiknya harga beras,” paparnnya.

Ia mengatakan, tingginya harga beras salah satunya disebabkan oleh terlambatnya musim tanam di sejumlah wilayah. Hal ini tentunya mengakibatkan mundurnya masa panen.

Baca Juga :   Kunjungi Bandung, Mentan SYL: Tiada Hari Tanpa Tanam dan Panen Padi

Sunaryanta pun meminta para petani menanam padi jika memungkinkan sebanyak dua kali dalam setahun. Hal ini untuk menjaga produktivitas pertanian di lahan Gunungkidul dan hasil panen terus terjaga dengan memperhatikan kondisi tanah.

“Beberapa wilayah seperi Ponjong, Karangmojo, Wonosari, Nglipar, dan Playen sudah mulai panen,” paparnya.

Ketua Kelompok Tani Makmur, Sugiyo mengatakan luas Bulak Sangkrah dan Telogo Mulyo mencapai 10 hektare dengan hasil padi mencapai 8,704 ton gabah kering atau 7,038 ton gabah kering giling per hektarenya.

Jenis varietas padi yang digunakan antara lain PP, Cakra Buana, Ciherang, dan Madu.

Baca Juga :   Presiden Jokowi dorong Pembangunan Pertanian Dalam Sekala Luas

Sugiyo mengaku bersyukur, meski panen telat karena masa tanam yang mundur, hasil yang didapatkan mampu mencukupi kebutuhan hidup. Terlebih saat ini harga beras di sejumlah wilayah termasuk di Gunungkidul relatif tinggi.

“Dari 69 anggota kelompok tani hanya sedikit yang dijual. Sebagian besar dikonsumsi sendiri untuk stok mencukupi kebutuhan sehari-hari ,” ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Sugiyo menyampaikan beberapa aspirasi di antaranya akses jalan usaha tani belum bisa dilalui kendaraan atau traktor. Selain itu, perlunya dukungan peningkatkan produksi dan kesejahteraan anggota kelompok.

“Masih ada sedikit kendala, butuh dukungan agar sarana, salah satunya jalan usaha tani yang memadai,” paparnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.