Dinas Ketahanan Pangan NTB Gencar Lakukan Gerakan Pangan Murah

oleh -15 views
Warga NTB di Gerakan Pangan Murah
Warga NTB di Gerakan Pangan Murah - Foto : Istimewa

Panennews.com – Pemprov NTB melalui Dinas Ketahanan Pangan Provinsi NTB terus gencar melakukan Gerakan Pangan Murah (GPM). Tahun 2024 ini dijadwalkan sebanyak 27 kali dilakukan operasi pasar.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan NTB, Abdul Azis, mengatakan GPM tahun ini didukung oleh anggaran pemerintah Provinsi NTB dan Bapanas (Badan Pangan Nasional). GPM Pertama kali dilakukan di Dasan Agung, Kota Mataram pada 7 Februari 2024.

GPM ini dalam rangka menekan inflasi dan stabilisasi harga pangan di NTB. Terlebih lagi jelang bulan Ramadhan pada bulan Maret permintaan kebutuhan pangan masyarakat akan meningkat. Sehingga kegiatan GPM akan ditingkatkan terutama untuk masyarakat menengah ke bawah.

Baca Juga :   Harga Gula Pasir Merangkak Naik di Pasar Tradisional Kreneng Denpasar

“Jelang bulan Ramadhan GPM ini akan ditingkatkan dilakukan, sampai akhir tahun dijadwalkan akan dilaksanakan 27 kali GPM. Terdiri dari 15 kali GPM didukung APBD NTB, dan 12 kali dari APBN sehingga GPM akan digelar dan disebar di seluruh wilayah NTB, terutama di Kota Bima, KSB dan Mataram yang menjadi daerah untuk mengukur indeks Harga Konsumen (IHK),” kata dia, Senin (12/2/2024).

GPM merupakan program yang diluncurkan oleh Badan Pangan Nasional sebagai upaya pengendalian inflasi dan menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan.

Baca Juga :   Cegah Inflasi, TPID Sumenep Minta Petani Jaga Stok Cabai Hingga Bawang Merah

Program ini bertujuan untuk membantu masyarakat dalam mendapatkan barang kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. GPM juga melibatkan Bulog dan BUMN Pangan, asosiasi, dan pelaku usaha pangan lainnya.

Adapun komoditas bahan pangan pokok yang disediakan pada GPM seperti beras, minyak goreng, gula, telur ayam, bawang, cabai rawit, cabe merah keriting, sayuran, dan olahan makanan.

“GPM bertujuan untuk menstabilkan pasokan dan harga pangan, terutama pada komoditas yang mengalami gejolak harga,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.