Produk Unggulan Petani Milenial, Dari Anggur Hingga Tanaman Hias

oleh -8 views
Petani Milenial, Desa Lenek
Petani Milenial, Desa Lenek focus produksi kerajinan dari hasil pertanian. (Dok: Diperin NTB)

Panennews.com – Dinas Perindustrian Provinsi NTB memberikan dukungan kepada petani milenial di Dusun Paok Pondong, Desa Lenek, Lombok Timur untuk menghadirkan beragam produk unggulan yang berhasil dikembangkan dari hasil pertanian. Seperti budidaya anggur, produksi tikar mending, jahe merah, perikanan, peternakan lebah hingga tanaman hias.

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB Nuryati berkomitmen untuk memberikan dukungan teknis guna meningkatkan produktivitas serta pemasaran hasil pertanian para petani milenial di Dusun Paok Pondong.

“Langkah ini dapat mempercepat pertumbuhan ekonomi lokal, sehingga bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” Nuryanti menjelaskan.

Para petani milenial juga menyampaikan aspirasi dan kebutuhan mereka kepada pihak dinas, termasuk permintaan untuk penyediaan infrastruktur yang lebih baik, akses ke pasar yang lebih luas, serta pelatihan dan pendampingan yang lebih intensif.

Baca Juga :   5 Khasiat Buah Anggur Untuk Kesehatan Tubuh

Ketua Petani Milenial Lenek, Panji mengekspresikan kekhawatirannya terkait minimnya pendampingan yang diterima oleh para petani. Menurutnya, banyak peluang usaha yang telah ditawarkan ke masyarakat, namun seringkali tidak maksimal dan bersifat sementara.

“Kami membutuhkan pendampingan yang lebih intensif agar potensi komoditas yang melimpah ini dapat dimaksimalkan,” ujar Panji, akhir pecan lalu.

Sebagai contoh tikar mendong yang menjadi ciri khas Dusun Paok Pondong, di mana rata rata perajin tikar berusia 50 tahun. Di sisi lain tidak ada generasi yang bisa meneruskan, sehingga hal yang ditakutkan bahwa dusun ini akan kehilangan ciri khasnya.

Ketua Petani Milenial Lenek, Panji mengekspresikan kekhawatirannya terkait minimnya pendampingan yang diterima oleh para petani. Menurutnya, banyak peluang usaha yang telah ditawarkan ke masyarakat, namun seringkali tidak maksimal dan bersifat sementara.

Baca Juga :   Menko Airlangga : UMKM Adalah Andalan Pemerintah

“Kami membutuhkan pendampingan yang lebih intensif agar potensi komoditas yang melimpah ini dapat dimaksimalkan,” ujar akhir pekan lalu.

Sebagai contoh tikar mendong yang menjadi ciri khas Dusun Paok Pondong, di mana rata rata perajin tikar berusia 50 tahun. Di sisi lain tidak ada generasi yang bisa meneruskan, sehingga hal yang ditakutkan bahwa dusun ini akan kehilangan ciri khasnya.

Oleh karena itu, ia berharap kepada pemerintah daerah, baik kabupaten dan provinsi dapat memberikan dukungan dalam bentuk program pelatihan, konsultasi bisnis, dan bantuan teknis agar petani milenial dapat mengelola usaha mereka secara lebih profesional.

“Kami juga berharap, pembinaan ini perlu bersifat berkelanjutan untuk menjaga pertumbuhan sektor pertanian di wilayah sebagian Lombok Timur,” harapnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.